Sodomi Siswa TK

Sekolah Saint Monica Siap Beberkan Kasus Sodomi Siswa

Saint Monica School telah mengungkapkan fakta dari hasil visum bocah malang tersebut dan tidak ditemukan luka serius pada dubur korban.

Sekolah Saint Monica Siap Beberkan Kasus Sodomi Siswa
Warta Kota/fitriyandi al fajri
Sekolah Saint Monica, Jalan Danau Indah No. B I RT 10/13, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (13/5) petang. 
WARTA KOTA, PALMERAH— Pihak Sekolah Saint Monica, Sunter, Jakarta Utara, mengaku siap membeberkan bukti-bukti kasus dugaan pelecehan seksual di persidangan perdana di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Rabu (04/03/2015). Diketahui, kasus dugaan pelecehan seksual tersebut dituduhkan dan dilakukan oleh oknum guru Saint Monica terhadap murid Play Group, berinisial, L (3). "Kami tentu sudah siapkan semua bukti untuk kita beberkan di persidangan. Termasuk kejanggalan - kejanggalan yang terjadi dalam kasus ini," ucap Kuasa Hukum Saint Monica, Reynold Thonak saat dikonfirmasi Minggu (28/02). Reynold menjelaskan, bukti-bukti yang mereka miliki antara lain berupa hasil visum fisik dan psikologi terhadap korban yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM), Jakarta Pusat. "Hasil visum fisik menyimpulkan tidak ada luka pada dubur korban. Hanya saja, nampak ada merah-kemerahan. Apakah dengan ini bisa dibuktikan bahwa Guru yang dituduhkan itu lakukan pelecehan? Apalagi dituduhkan itu ditusuk berkali-kali," jelas Reynold. Kata Reynold, pihak sekolah Saint Monica School telah mengungkapkan berbagai fakta dari hasil visum bocah malang tersebut. Diketahui, tidak ditemukan luka serius pada dubur korban. "Kondisi psikologi korban yang diketahui stabil membuat pihak sekolah mempertanyakan keabsahan dari tuntutan B (34), ibu korban, terhadap Miss H (33), guru tari korban yang disangkakan melakukan kekerasan fisik pada bagian dubur korban," ungkapnya. Ia juga menjelaskan, "Kami telah menerima berkas kasus dari jaksa dan melihat hasil visum anak tersebut. Sangat jelas, di hasil visum tersebut diterterakan tidak ada luka serius pada bagian duburnya," tambahnya. Hasil pemeriksaan RSCM maupun saat dikonfrtontasi dengan Miss H di ruangan penyidikan perempuan dan anak (PPA) Polres Metro Jakarta Utara pada pertengahan 2014 lalu, kata Reynold, seharusnya korban ada rasa takut saat dipetermukan dengan Miss H. "Kalau korban benar mendapatkkan pelecehan dari Miss H, tentu saat dikonfrontir ia akan menangis dan trauma bila dipertemukkan dengan Miss H, tapi saat dikonfrontir ia tampak tenang dan ceria," lanjut Reynold. (Panji Baskhara Ramadhan)
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved