Kasus Polisi Aniaya Satpam RS Fatmawati Berakhir Damai

Kasus kekerasan anggota Yanmas terhadap 2 satpam RS Fatmawati tidak dilanjutkan karena sudah damai di keduanya

Kasus Polisi Aniaya Satpam RS Fatmawati Berakhir Damai
Tribunnews.com
Ilustrasi

WARTA KOTA, CILANDAK - Kasus penodongan dan tindakan kekerasan salah satu oknum Anggota Pelayanan Masyarakat (Yanmas) Mabes Polri, Briptu Rizky Maulana Ishaq (25) terhadap dua satpam RS Fatmawati, Jumat (13/2) tidak dilanjutkan. Hal ini dikarenakan sudah ada kata damai dari kedua belah pihak dan tidak melanjutkan perkara itu kembali.

Kapolsek Cilandak, Kompol Sungkono menuturkan Penindakan kasus tindakan ‎dari oknum polisi yang menodongkan senapan airsoft gun kepada kedua petugas Satpam tidak dilanjutkan. Hal ini dikarenakan pelapor sudah mencabut pelaporannya.

"Sudah tidak dilanjutkan kasusnya, karena kedua belah pihak sudah berdamai," kata Sungkono di Mapolsek Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2015).

Menurutnya, perjanjian damai itu sampai dengan surat tertulis di atas materia. Sehingga, proses pemeriksaan dan penyidikan dari Polsek Cilandak tidak dilanjutkan.

"‎Perdamaian itu sudah dilakukan beberapa pekan lalu. Sampai ada surat tertulisnya," kata dia.

‎Seperti diberitakan sebelumnya, seorang oknum dari Anggota Pelayanan Masyarakat (Yanma) Mabes Polri diduga melakukan tindakan penodongan dan kekerasan ‎kepada dua petugas keamanan Rumah Sakit Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (13/2) sekitar pukul 00.00 WIB. Kejadian keributan itu dikarenakan salah paham terkait Standard Operasional (SOP) pihak keamanan RS Fatmawati yang meminjamkan sebuah kursi roda bagi pasien.

Tindakan penganiayaan oknum kepolisian itu berada di lorong Gedung Teratai Rumah Sakit Fatmawati. Lorong yang panjang dan mempunyai lebar sekitar 1 meter itu menjadi tempat lokasi penganiayaan oknum polisi kepada dua petugas keamanan RS Fatmawati.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved