KPK Vs Polri

Yusril : Semua Pihak Harus Hormati Langkah Praperadilan

Yusril Ihza Mahendra mengatakan, semua pihak harus menghormati seseorang yang mengambil langkah hukum untuk menenempuh gugatan praperadilan.

Yusril : Semua Pihak Harus Hormati Langkah Praperadilan
Antaranews.com
Yusril Ihza Mahendra 

WARTA KOTA, JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan, semua pihak harus menghormati seseorang yang memutuskan mengambil langkah hukum untuk pembelaan atas suatu perkara yang menimpa dirinya termasuk menenempuh gugatan praperadilan.

"Setiap warna negara memiliki hak yang sama di mata hukum. Warga negara tersebut juga berhak untuk membela diri," kata Yusril Ihza Mahendra melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/2/2015).

Menurut Yusril, negara menjalankan kekuasaannya melalui aparatur yang notabene adalah manusia yang bisa benar dan bisa salah dalam bertindak.

Bahkan, kata Yusril, aparatur juga bisa menyalahgunakan wewenang yang ada pada dirinya. Hubungan negara dengan warganya dalam penegakan hukum adalah seimbang.

"Itulah semangat amandemen UUD 1945 dan KUHAP," kata Yusril.

Mantan Menteri Hukum dan Perundang-undangan ini menjelaskan, warga negara Indonesia saat ini bukan lagi hidup di zaman kolonial, ketika posisi negara lebih kuat dari warganya. Hal ini, kata Yusril, merupakan makna dari due process of law, yakni proses penegakan hukum yang benar dan adil, bukan atas dasar stigma apalagi kebencian terhadap warga yang belum tentu bersalah atas sesuatu yang disangkakan atau dituduhkan kepadanya.

Yusril menegaskan, penegakan hukum haruslah fair, jujur, adil, serta jauh dari kesewenang-wenangan. "Negara harus menegakkan hukum kepada warganya sendiri, bukan seperti penjajah kepada rakyat yang dijajahnya," kata Yusril.

Menurut Yusril, di negeri ini banyak yang lupa kalau saat ini rakyat Indonesia hidup di zaman merdeka. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved