Pedagang Kaki Lima

Mengais Rezeki di Tengah Hiruk Pikuknya Monas

Seorang pedagang kopi keliling berjualan dengan sepedanya di Monas, secara sigap menyajikan kopi siap saji dalam sachet.

Mengais Rezeki di Tengah Hiruk Pikuknya Monas
Wartakotalive.com/Gopis Simatupang
Ilustrasi : Lapangan Monas tampak bebas dari sampah, Senin (20/10). Di tempat itu, ribuan warga menghadiri syukuran terpilihnya Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI. 

WARTA KOTA, ANTARA - Seorang pedagang kopi keliling berjualan dengan sepedanya di Monas, Jakarta Pusat, secara sigap menyajikan kopi siap saji dalam sachet yang diseduh dengan air panas yang disimpan dalam termos.

Pembelinya tidak perlu berlama-lama menunggu minuman siap saji tersebut seperti halnya di warung-warung tradisional.

Merekalah yang mempertemukan berbagai latar orang Jakarta dari tempat ke tempat, baik yang berkemeja perlente, yang berkaos distro, yang menggemari merek maupun harga grosiran, dengan ragam gaya: rapi, modis, atau santai; juga macam aroma: parfum impor, deodoran lokal, hingga peluh belaka. Kopi memang memikat banyak kalangan

Pedagang kopi keliling ini menjadi pemandangan khas di antara pedagang kaki lima yang sering ditemukan di Jakarta, dengan jumlahnya yang begitu banyak hampir bisa ditemukan di sudut Ibu Kota.

Ketika salah seorang pedagang kopi keliling ini memarkirkan sepedanya di trotoar jalanan sambil melepas kepenatan yang seharian berkeliling mengayuh sepedanya, salah seorang pembeli mendekati pedagang kopi siap saji tersebut.

"Pak, kopi satu" ujar Aziz (21) kepada pedagang kopi keliling.

Aziz mengatakan, "Saya beruntung dan berterima kasih dengan adanya pedagang kopi keliling saya tidak repot lagi harus nyari warung ke sana-ke sini, lagian dengan adanya pedagang kopi keliling saya bisa menikmati kopi sepanjang jalan walaupun cara minum saya tidak sopan.

"Tetapi maklum lah kita kan harus kerja jadi mesti cepat jadi nggak punya waktu untuk bersantai ria menikmati kopi," katanya.

Dengan sigapnya, pedagang kopi siap saji tersebut menyeduh kopi yang diminta oleh pelanggannya, kopi siap saji yang dipesan tersebut berharga Rp3.000 dengan menggunakan gelas plastik, kopi siap saji tersebut siap untuk diminum.

"Saya biasanya berjualan keliling sekitar Monas, karena masuk dalam Monas nggak dibolehin sama Ahok (Gubernur DKI Jakarta)," ujar pedagang kopi keliling, Anto (25).

Halaman
123
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved