Penerbangan

Penerbangan Lion Air Jakarta-Kupang Alami Keterlambatan

Penerbangan Lion Air Jakarta transit Surabaya menuju Bandra El Tari Kupang Nusa Tenggara Timur mengalami delay pada Kamis (19/2) malam.

Penerbangan Lion Air Jakarta-Kupang Alami Keterlambatan
Tribunnews.com
Ilustrasi : Pesawat milik maskapai penerbangan Lion Air tinggal landas meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Minggu (26/5/2013). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 
WARTA KOTA, KUPANG - Penerbangan Lion Air Jakarta transit Surabaya menuju Bandra El Tari Kupang Nusa Tenggara Timur mengalami delay atau keterlambatan tiba pada Kamis (19/2/2015) malam atau terlambat sekitar satu jam tiga puluh menit lebih. Keterlambatan itu diukur dari jam biasanya tiba atau mendarat di Bandara El tari Kupag pada sekitar pukul 23.00 WITA pada setiap malam, namun pada Kamis malam baru tiba sekitar pukul 00.39 WITA satu jam lebih dari biasanya," kata petugas di Bandara El Tari Kupang, Gabriel Lusi Keraf, ketika dihubungi Kamis, malam. Ia mengatakan meskipun terlambat, namun semua penumpang tiba dengan selamat dan memaklumi kejadian yang terjadi dua hari terakhir ini. Ini (Lion Delay) terjadi pada beberapa penerbangan Lion Air karena adanya kendala yang ditemui dalam penerbangan dan sulit diatasi manajemen. Salah satu penerbangan yang delay adalah rute Jakarta-Kupang. Selain itu, ada juga beberapa penerbangan dari Jakarta ke sejumlah rute di Sumatera dan Kalimantan serta Sulawesi juga mengalami keterlambatan sehingga membuat para penumpang bertumpuk di terminal keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta. Menerima laporan itu, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan langsung menghubungi pihak Lion Air. Jonan meminta Lion Air bertanggung jawab atas terjadinya delay yang membuat penumpang merasa ditelantarkan. Sebelumnya Kementerian Perhubungan mencatat ada enam penerbangan Lion Air yang mengalami delay atau keterlambatan, pada Rabu(18/2/2015) malam. Salah satu penerbangan yang delay adalah JT 024 rute Jakarta-Denpasar. Selain itu, ada juga beberapa penerbangan dari Jakarta ke sejumlah rute di Sumatera, yang juga mengalami keterlambatan sehingga membuat para penumpang bertumpuk di terminal keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta. Menerima laporan itu, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan langsung menghubungi pihak Lion Air. Jonan meminta Lion Air bertanggung jawab atas terjadinya delay yang membuat penumpang merasa ditelantarkan. "Begitu menerima laporan Menhub sudah langsung menghubungi pihak maskapai agar bertanggung jawab dan mengatasi persoalan segera," ujar Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid kepada Kompas.com (Tribun Network), Jakarta, Kamis (19/2/2015). Menurut dia, delay enam rute Lion tadi malam terjadi karena ada dua masalah terkait kondisi pesawat. Pertama, ada tiga pesawat yang mengalami kendala teknis karena menabrak burung atau dalam istilah penerbangan dikenal dengan "bird strike". Kedua, tiga pesawat mengalami masalah teknis. Akibat masalah itu, pesawat tidak mungkin dipaksakan terbang karena membahayakan keselamatan penumpang. Terkait penanganan kepada para penumpang, Jonan sudah memberikan instruksi agar maskapai dengan cepat menjalankan prosedur yang ada. Salah satunya ialah memberikan informasi yang jelas kepada para penumpang. (Antara)
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help