KPK Vs Polri

Badrodin: Kasus AS dan BW Kriminalisasi, Kasus BG Kenapa Tidak

Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti menyangkal pihaknya sudah melakukan kriminalisasi terhadap Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

Badrodin: Kasus AS dan BW Kriminalisasi, Kasus BG Kenapa Tidak
Wartakotalive.com/Adi Suhendi
Komjen Pol Badrodin Haiti 

WARTA KOTA, PALMERAH—Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti menyangkal pihaknya sudah melakukan kriminalisasi terhadap pimpinan KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

Ia membandingkan penanganan kasus Komjen Pol Budi Gunawan yang dilakukan KPK dengan kasus Bambang Widjojanto. Kedua kasus tersebut sama-sama kasus lama.

"Sekarang Pak BW (Bambang Widjojanto) diungkap lagi, lah Pak BG juga kasus lama juga, tidak dipermasalahkan kok polisi yang kasus lama," kata Badrodin berbincang di rumah dinasnya Jalan Panglima Polim III Nomor 7A, Jakarta Selatan, Kamis (19/2/2015).

Dia mengatakan, dalam mengungkapkan kriminalisasi harus melihat konteksnya. Ia mengatakan dalam kasus Budi Gunawan penetapannya sebagai tersangka begitu cepat tanpa memeriksa terlebih dahulu Budi Gunawan. Anehnya apa yang dilakukan KPK tidak dipandang sebagai kriminalisasi. Lain hal dengan Polri saat menetapkan tersangka terhadap BW (Bambang Widjojanto) justru Polri dianggap melakukan kriminalisasi.

"Jadi kalau misalnya dalam kalangan internal polri diskusi ini ada motif lain selain penegakan hukum. Apalagi Pak Budi belum diperiksa kalau ada aliran dana kan harus ditanya hubungan apa, terus ternyata itu hutang piutang, terus apakah itu pidana? Itu selalu saya sampaikan, (tapi) media selalu bilang kriminalisasi Polri," katanya.

‪Badrodin mengaku pihaknya sebetulnya tidak diam untuk menjaga pimpinan KPK. Sebetulnya banyak orang yang melaporkan pimpinan KPK tetapi sebagian ditahan-tahan laporannya.

"Itu kalau tidak ditahan-tahan yang mau lapor banyak. Kita sudah menahan-nahan dikira kita diam saja, banyak yang antre, yang dulu tidak berani lapor jadi lapor," ucapnya.

Badrodin mengatakan seluruh orang bila dicari-cari kesalahannya pasti ada. Tetapi tentunya harus dilihat apa yang dijadikan prioritas dalam menyikapinya.

"Makanya saya bilang kita prioritas ke mana. Di negeri ini kalau dicari kesalahan pasti ada," ucapnya.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help