WartaKota/

Sebanyak 74 dari 359 Perusahaan Daerah Air Minum Berstatus Sakit

Berdasarkan penelitian, dari 359 PDAM se-Indonesia, hanya 182 yang berstatus sehat, sementara 103 kurang sehat, dan 74 sakit.

Sebanyak 74 dari 359 Perusahaan Daerah Air Minum Berstatus Sakit
heibogor.com

WARTA KOTA, KEBAYORANBARU-Permasalahan yang dihadapi dalam penyediaan air minum saat ini antara lain masih rendahnya cakupan pelayanan air minum. Cakupan pelayanan air minum yang aman secara nasional pada 2014 baru mencapai 70,05 persen, sehingga masih terdapat gap sebesar 29,95 persen yang harus dicapai untuk memenuhi target 100 persen penduduk Indonesia terlayani akses aman air minum pada akhir tahun 2019.

"Rendahnya cakupan pelayanan tersebut secara operasional merupakan refleksi dari pengelolaan yang kurang efisien maupun kurangnya pendanaan untuk pengemabangan sistem yang ada," ujar Direktur Pengembangan Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mochammad Natsir dalam Workshop Road Map Efisiensi Energi PDAM di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2015).

Untuk memenuhi target peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan air minum, Natsir mengatakan tentunya kondisi PDAM harus sehat sehingga mampu mengoperasikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) secara efektif dan efisien melalui manajemen internal PDAM yang kuat.

Berdasarkan hasil analisa penilaian kerja PDAM yang dilakukan oleh Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum tahun 2014, dari 359 PDAM, hanya 182 PDAM berstatus sehat, sementara 103 PDAM berstatu kurang sehat dan 74 PDAM berstatus sakit.

Penyebab utama masih belum optimalnya kinerja PDAM dikatakan Natsir adalah inefisiensinya pengelolaan SPAM antara lain karena pengeluaran biaya yang tinggi.

"Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja PDAM adalah dengan melakukan efisiensi biaya listrik," ujar Natsir.

Pemanfaatan energi yang efisien menjadi isu penting, terlebih lagi biaya energi umunya mencapai 20-30 persen dari total biaya operasional PDAM.

"Tingginya biaya energi berdampak kepada peningkatan biaya produksi dan biaya distribusi pelayanan air minum serta tingginya tarif air minum," papar Natsir.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help