Tinju

Don King Didenda Rp 18,8 M

Promotor tinju Don King didenda Rp 18,8 miliar oleh pengadilan Amerika Serikat karena melanggar kontrak dengan Asosiasi Tinju Dunia,

Don King Didenda Rp 18,8 M
Kompas.com
Promotor tinju Don King. 

WARTA KOTA, NEW YORK - Promotor tinju Don King didenda Rp 18,8 miliar oleh pengadilan Amerika Serikat karena melanggar kontrak dengan Asosiasi Tinju Dunia, setelah salah satu petinjunya gagal bertanding karena positif menggunakan zat terlarang.

Hakim Shria Scheindlin di Manhattan memberikan denda kepada King dan memenangkan gugatan promotor tinju asal Rusia, Andrey Ryaninskiy dan Vladimir Hrunov, yang tergabung dalam perusahaan World of Boxing LLC.

Sebelumnya, kedua promotor asal Rusia itu menuntut King uang senilai 1,86 juta dolar AS, termasuk di antaranya biaya untuk menyelenggarakan pertarungan tersebut. King beranggapan, ia seharusnya hanya membayar 635 ribu dolar AS, termasuk di antaranya 536 ribu dolar AS yang telah ia bayarkan untuk rekening khusus sementara (escrow).

Kasus ini bermula ketika terjadi pembatalan pertarungan antara Guillermo Jones dan Denis Lebedev yang seharusnya diselenggarakan di Moskow, karena Jones terbukti positif mengonsumsi furosemide.

King berkata bahwa kerugian yang seharusnya ia tanggung terbatas pada pengembalian tiket, tidak termasuk sewa penginapan dan transportasi. Namun, hakim tidak setuju dengan pendapat tersebut, dan menyatakan bahwa tidak seharusnya perusahaan World of Boxing menanggung kerusakan finansial karena King yang melanggar kontrak.

"Ini bukan pertarungan kecil, namun laga penentuan juara dunia," kata Scheindlin.

Jones sempat mengalahkan Lebedev pada pertandingan yang digelar pada 2013 lalu. Namun, gelarnya kemudian dicopot setelah ia gagal uji obat, juga karena mengonsumsi furosemide. Laga kemudian dijadwalkan ulang untuk April 2014 lalu. (pen)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved