Kereta Api

2014, Sebanyak 200 Juta Orang Naik Kereta Jabodetabek

Layanan kereta api Jabodetabek yang dioperasikan PT KAI Commuter Jabodetabek mengembangkan berbagai inovasi di bidang layanan penumpang.

2014, Sebanyak 200 Juta Orang Naik Kereta Jabodetabek
Warta Kota/angga bhagya nugraha
ILUSTRASI - Penumpang Commuterline jurusan Bogor berdesakan saat naik di Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2014). Sebelumnya para penumpang kereta api jurusan Bogor-Tanah Abang bermandi keringat karena alat pendingin ruangan mati. 

WARTA KOTA, SAWAH BESAR - Layanan kereta api Jabodetabek yang dioperasikan PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) mengembangkan berbagai inovasi di bidang layanan penumpang. Dengan peningkatan layanan ini, PT KCJ mencatat ada 206.783.321 penumpang menaiki kereta selama setahun terakhir.

"Kemampuan KCJ melayani penumpang lebih dari 700.000 per hari itu sebanyak itu terjadi karena penambahan sarana KRL yang mengakomodir kebutuhan transportasi publik bagi warga Jabodetabek," kata Tri Handoyo, Direktur Utama PT KCJ, dalam rilis yang diterima Warta Kota, Selasa (3/2/2015).

Penambahan sarana tersebut, misalnya, sepanjang 2014 lalu, KCJ telah selesai melakukan sertifikasi untuk 18 rangkaian KRL yang terdiri dari sepuluh kereta dan 22 rangkaian KRL yang terdiri dari delapan kereta hasil program pengadaan di tahun 2013 dan 2014.

Rangkaian baru tersebut digunakan untuk menambah perjalanan dan mengganti sejumlah rangkaian yang memerlukan perawatan dalam waktu panjang serta menambah jumlah ketersediaan rangkaian cadangan.

Tidak hanya tambah rangkaian, Tri menyebut, KCJ juga menambah 32 persen frekuensi perjalanan yang sebelumnya hanya 560 perjalanan per hari pada tahun 2013 menjadi 739 perjalanan per hari hingga akhir tahun 2014. Semuanya diakomodir dengan pengoperasian 65 rangkaian per hari di wilayah Jabodetabek.

Selain menambah perjalanan, sebagian rangkaian yang telah dibeli pada tahun 2013 dan 2014 juga digunakan untuk mengganti rangkaian KRL yang membutuhkan perawatan dalam waktu panjang. Atas hal tersebut, tercatat jumlah gangguan sarana tercatat di 2014 menurun hingga 46,61 persen, sebagaimana dikutip dari rilis.

Selain itu, untuk mempermudah transaksi, PT KCJ juga mengembangkan e-ticketing melalui program kerjasama dengan empat bank untuk penggunaan kartu prabayar seperti E-Money dari Mandiri, Flazz BCA, Tap Cash BNI dan Brizzi dari BRI.

Selain e-ticketing, pengembangan KCJ, kata Tri, juga memasang layar informasi di beberapa stasiun dan Rangkaian KRL di tahun 2014.

Pengembangan ini dilakukan juga untuk mencapai target 1,2 juta penumpang per hari di tahun 2019. (Agustin Setyo Wardani)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved