Tes Urine

Pegawai Pemkot Jakut Panik, BNN Gelar Test Urine

BNN menggelar tes urine terhadap ribuan pegawai di Kantor Walikota Jakarta Utara, Senin (2/2/2015), membuat panik para pegawai.

Pegawai Pemkot Jakut Panik, BNN Gelar Test Urine
Panji Baskhara Ramadhan
Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar tes urine terhadap ribuan pegawai di Kantor Walikota Jakarta Utara, Jalan Laksda Yos Sudarso, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Senin (2/2/2015). Tes dadakan ini juga sempat membuat panik para pegawai Pemerintah Kota tersebut. 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK - Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar tes urine terhadap ribuan pegawai di Kantor Walikota Jakarta Utara, Jalan Laksda Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (2/2/2015). Tes dadakan ini juga sempat membuat panik para pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) tersebut.

Hasil pengamatan Warta Kota, nampak jajaran BNN hadir di di Plaza Barat Kantor Walikota Jakarta Utara. Tes urine ini, diketahui diperuntukkan untuk seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) Jakarta Utara.

Kedatangan jajaran BNN ini pun tak hanya membawa badan saja, namun membawa beberapa macam alat test yang diketahui untuk melakukan tes urine. Saat dimulainya tes urine tersebut, tak sedikit para pegawai berpakaian dinas berwarna hijau tersebut terlihat panik dan gelisah.

Ada juga beberapa pegawai yang antusias mengikuti tes tersebut, lantaran penasaran akan hasil tesnya tersebut. Para pegawai ini pun diharuskan antre agar tes urine tersebut berjalan dengan lancar.

Adanya tes mendadak ini, Lurah Tanjung Priok mengaku sempat kaget saat BNN hadir di Kantor Walikota. Dirinya pun mengaku tak tahu menahu akan adanya tes mendadak tersebut.

"Saya kaget soalnya tak ada pemberitahuan tuh. Tapi gak apa-apa. Ini (tes urine) sangat baik. Kita mana tahu, diantara PNS-PNS di sini ada yang mengkonsumsi narkoba atau minuman keras," kata Lurah Tanjung Priok.

Dirinya juga mengharapkan, hasil tes urine yang digelar BNN bersama Pemkot Jakut, tak satupun pegawai yang terlibat dalam benda haram tersebut.

"Mudah -mudahan, rekan kerja semua di Jakarta Utara jauh dari penggunaaan narkoba," singkatnya saat seusai menyerahkan urine kepada petugas di ruang serbaguna Kantor Walikota Jakut.

Hal yang sama dituturkan Nofitasari (35) yang diketahui sebagai pegawai Kantor Kas Perbendaharaan Daerah (KPKD) Jakarta Utara. Dirinya justru menyambut baik adanya tes dadakan tersebut.

"Kalau mereka mengkonsumsi narkoba,  kinerjanya juga akan terganggu, apalagi kalau di kelurahan banyak turun ke wilayah bertemu dengan masyarakat, ini akan merugikan institusinya," jelas Nofita.

Novita juga menambahkan, narkoba terbilang sudah nyata dapat menghancurkan masa depan bagi para pengguna. "Yang mengkonsumsi narkoba di generasi muda, mau dibawa kemana bangsa ini untuk masa depan," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Jakarta Utara Wahyu Haryadi yang ikut memantau pelaksanaan jalannya pemeriksaan urine untuk eselon IV dan staff, mengatakan tes dadakan tersebut digelar lantaran pihak Pemkot Jakut sudah bekerja sama dengan BNN.

Dirinya berharap, tes dadakan tersebut dapat memberikan shock terapi bagi mereka yang menkonsumsi. "Kita berdoa saja, mudah-mudahan tidak ada pegawai yang mengkonsumsi obat terlarang," jelasnya.

Dalam hal ini, ia pun juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada para pegawai, lantaran jajarannya cukup antusias, hingga berjubelnya antrean.

"Padahal hanya 250 orang yang ditargetkan dan yang ikut apel sekitar 1000 lebih ikut mengantri. Ini menandakan mereka tak takut untuk diperiksa urinenya. Bagi mereka yang terbukti, nantinya akan diteliti terlebih dahulu," jelasnya.

Apabila diketahui ada salah seorang pegawai atau staff Pemkot Jakpus mengkonsumsi barang haram tersebut, nantinya pengguna atau pengedar akan direhabilitasi. "Sedangkan sanksinya tentunya sudah diatur, dari sanksi yang ringan hingga pemecatan, ujar Wahyu.

Kasie Lingkungan Kerja Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN Pusat, Agus Subarja menuturkan, pemeriksaan urine untuk seluruh pegawai Pemkot Jakut merupakan yang pertama kalinya untuk tahun 2015. Pihaknya, hanya menargetkan 250 pegawai saja yang diperiksa urinenya.

"Kalau untuk hasilnya nanti, akan keluar sekitar 3 (tiga) hari kemudian setelah pemeriksaan. Hasilnya nanti akan langsung diserahkan ke Walikota, ujar Agus Subarja, yang juga selaku ketua tim pemeriksaan di sela - sela pemeriksaan urine untuk pegawai bagi eselon  IV dan pegawai di lingkungan Kantor Walikota Jakut. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved