Saat ini Minimarket Masih Diperbolehkan Sedia Minuman Beralkohol

Kepala Dinas KUMKMP mengaku belum dapat hardcopy Permendag soal pengendalian dan pengawasan pengadaan minuman beralkohol

Saat ini Minimarket Masih Diperbolehkan Sedia Minuman Beralkohol
Warta Kota
Minuman keras (miras)

WARTA KOTA, GAMBIR -  Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta, Joko Kundaryo mengaku belum mendapatkan hardcopy dari Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 06/M-DAG/PER/1/2015  tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman alkohol. Sehingga, pihaknya masih dalam tahap sosialisasi kepada para pelaku usaha untuk tidak menjual minuman beralkohol di mini market.

"Peralihannya selama tiga bulan. Sebelum tiga bulan itu para pelaku usaha akan menyesuaikan aturan yang ada. Saat ini para pengusaha masih diperbolehkan menghabiskan stok minuman beralkohol yang sebelumnya dipesan. Untuk ke depan sudah tidak boleh lagi," kata Joko di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (27/1/2015).

Dia mengatakan bahwa saat ini peredaraan minuman beralkohol di mini market memiliki aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar yaitu berada dekat sekolah atau tempat ibadah. Menurutnya, minimarket yang menjual minuman alkohol berbentuk kafetaria seperti Seven Eleven (Sevel). Sedangkan, mini market seperti Indomaret dan Alfamart sangat jarang ditemuinya.

"Berdasarkan Permendagri nomor 20/M-DAG/PER/2014 pasal dan ayat yang sama sebelumnya disebut golongan A juga bisa dijual di minimarket. Yang tidak boleh itu diminum di tempat dan harus dibawa pulang," tuturnya.

Kemudian, dia menambahkan bahwa ke depan penjualan minuman beralkohol hanya boleh dijual di supermarket atau hipermarket. Sehingga, tidak ada lagi yang mengkonsumsi minuman alkohol di toko besar itu.

"Nanti kami akan bentuk tim pengawasan dengan BPOM DKI Jakarta. Prinsipnya sudah tidak boleh menjual minuman beralkohol di minimarket. Sambil melakukan evaluasi, kami akan memberikan sosialisasi kepada para pelaku usaha," ucapnya.

Kalaupun pelaku usaha masih membandel, kata dia, pihaknya akan memberikan surat peringatan dan menyita barang-barang minuman beralkohol yang dijual. Untuk sanksi pencabutan izin berada di bawah Biro Perekonomian DKI Jakarta.

"Semua sanksi ada prosesnya. Jika sudah diberikan surat peringatan, dan disita barangnya masih bandel maka dicabut saja izinnya," kata dia.

Penulis:
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved