Camat Todong Air Soft Gun

Camat Koboi Dicecar 10 Pertanyaan Oleh Inspektorat

Camat Penjaringan, Yani Wahyu Purwoko, siap dipanggil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Camat Koboi Dicecar 10 Pertanyaan Oleh Inspektorat
istimewa
Yani Wahyu Purwoko 

WARTA KOTA, PENJARINGAN— Camat Penjaringan, Yani Wahyu Purwoko, mengaku siap dipanggil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), terkait  aksinya yang menodong pistol airshoft gun ke warga Kalideres, Jakarta Barat. Menurut Yani, sebagai anak buah, bila dipanggil pimpinan merupakan hal yang wajar dan patut dilaksanakan.

Meski demikian, hingga Kamis (22/1) Yani mengaku belum dipanggil oleh Ahok. Namun justru ia dipanggil oleh Inspektorat DKI Jakarta perihal aksinya itu.

"Kemarin (Rabu, 21/1) dari pukul 10.00-15.00 saya dipanggil oleh Inspektorat terkait pemberitaan penodongan senjata ke warga," kata Yani pada Kamis (22/1).

Dikatakan Yani, sedikitnya ada 10 pertanyaan yang disampaikan petugas Inspektorat terkait aksinya itu. Yani menegaskan, dirinya sama sekali tidak menodongkan senjata kepada Romli yang masih ada hubungan saudara dengannya. Menurut dia saat itu senjata ada di dalam mobil. "Dia itu masih saudara saya kok, dia encing saya," kata Yani.

Yani pun pasrah bila dirinya terancam dievaluasi dengan kasus itu. Sebab sebagai anak buah, ia rela menjalani perintah pimpinan. "Saya pasrah saja kalau dievaluasi, tapi saat ini saya terus bekerja. Hari ini saya masih membantu relokasi warga Waduk Pluit sisi timur ke Rusun Muara Baru," ujar Yani.

Seperti diberitakan, Yani diberitakan telah menodong warga Semanan, Kalideres, Jakarta Barat terkait proses penjualan tanah pada Selasa (20/1) dini hari. Rupanya, Romli H. Solo melaporkan tindakan Yani ke Polsek Kalideres. Meski demikian, laporan itu telah dicabut dan keduanya telah sepakat untuk berdamai.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help