Properti

BREAKING NEWS: Penjualan Apartemen Ini Dinilai Langgar UU

Padahal, proses perizinan pembangunan apartemen sama sekali belum lengkap

BREAKING NEWS: Penjualan Apartemen Ini Dinilai Langgar UU
Kompas.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, DEPOK - Sejumlah warga di sekitar di lokasi pembangunan Apartemen Cinere Terrace Suites di Jalan Merawan, Cinere mengaku menyayangkan sikap pengembang yakni PT Megapolitan Developments yang telah berani menjual sejumlah unit kamar apartemen yang baru akan dibangun, ke konsumen, sejak awal 2014 lalu.

Padahal, proses perizinan pembangunan apartemen sama sekali belum lengkap baik perizinan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) serta Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Peter (40) warga RT 3/4, Pangkalan Jati, Cinere, Depok mengatakan penjualan unit apartemen sebelum proses perizinan pembangunan lengkap atau dimiliki oleh pengembang adalah ilegal karena jelas-jelas melanggar Undang-Undang No 20/2011 Tentang Rumah Susun atau Apartemen yakni Pasal 42.

Dalam Pasal 42 tersebut, katanya, pegembang boleh saja menjual apartemen sebelum pembangunan dilakukan namun sedikitnya harus memiliki kepastian peruntukan ruang, kepastian hak atas tanah, kepastian status penguasaan rumah susun atau apartemen, perizinan pembangunan rumah susun atau apartemen serta jaminan atas pembangunan rumah susun dari lembaga penjamin.

"Sementara Cinere Terrace Suites perizinan Amdal dan IMB masih dalam proses di BLH Depok dan Distarkim. Tapi mereka sudah menjual beberapa unit apartemen ke konsumen. Ini jelas melanggar aspek hukum penjualan unit apartemen," kata Peter.

Bahkan, karena ketiadaan IMB dan Amdal ini pulalah pengerjaan proyek apartemen itu dihentikan Pemkot Depok dan disegel Satpol PP Depok, Oktober 2014 lalu.

Peter berharap pihak terkait menyelidiki hal ini dan memberikan ganjaran bagi pihak pengembang agar hal seperti ini tidak terulang kembali di manapun.

Bahkan, kata Peter, dalam proses Amdalnya, ia dan sejumlah warga lainnya di RT 3/4, Kelurahan Pangkalan Jati, Cinere, yang lokasinya sangat dekat dengan proyek apartemen itu dan merupakan warga terdampak tidak dilibatkan.

"Saya menduga ada kesengajaan terhadap warga kami untuk tidak dilibatkan dalam proses amdal itu, karena kami sejak awal menuntut semuanya sesuai aturan dan jelas," kata Peter.

Karenanya ia bersama sejumlah warga lainnya mendatangi BLH Kota Depok, Rabu (7/1) pagi untuk mempertanyakan hal itu.

Namun mereka, kata Peter, mengundurkan diri dari rapat, karena dari BLH Depok ditemukan informasi adanya kesepakatan antara pengembang dengan warga RW 05 Puri Cinere untuk Amdal pembangunan proyek sebelumnya yang satu lokasi yakni Cinere Bellevue Mall and Apartments beberapa tahun lalu.

Kesepakatan dengan warga RW 05 itulah yang juga akan dijadikan dasar amdal Apartemen Cinere Terrace Suites.

"Jadi atas pertimbangan itu kami warga RW 04, Pangkalan Jati memilih steril dan mencoret dari kehadiran rapat tadi," katanya.

Dengan begitu, jika nantinya pembangunan Apartemen Cinere Suites menimbulkan masalah bagi mereka, maka warga akan menuntut berdasarkan aturan dan hukum yang ada, sebab sejak awal mereka sudah tidak dilibatkan.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help