Liga Indonesia

Ditinggal Defri dan Orah, Barito Geram

Ini menunjukan mereka pemain yang tidak profesional dan tidak menghargai kontrak

Ditinggal Defri dan Orah, Barito Geram
sepakbola.com
Pemain Barito Putra saat berlatih. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Manajemen Barito Putera, geram karena ditinggalkan oleh Michael Orah (mantan pemain belakang Persepam Madura United) dan Defri Rizki (mantan gelandang Persija Jakarta).

Kedua pemain itu meninggalkan Barito dan bergabung ke Mitra Kukar yang melakukan pemusatan latihan di Thailand. Padahal sebelumnya keduanya telah mengikuti pemusatan latihan bersama Barito Putera di lapangan Yon Zikon 14, Srengseng Sawah, Jagakarsa dan menerima uang muka kontrak.

Media officer Barito Putera, Denny Nizar mengaku, pihaknya geram, karena kedua pemain itu dinilai tidak memiliki etika dan tidak profesional. "Kedua pemain itu sudah melakukan pra kontrak dengan Barito dan sudah menerima gaji. Rencananya meraka akan kami kontrak untuk satu musim, tetapi tanpa sepengetahuan kami, mereka justru bergabung ke Mitra Kukar. Ini menunjukan mereka pemain yang tidak profesional dan tidak menghargai kontrak kerjasama dengan sebuah klub," kata Denny kepada Super Ball, Kamis (25/12).

Menurut Denny, kedua pemain itu telah membohongi Barito untuk pindah ke Mitra dengan berpura-pura harus menyelesaikan urusan keluarga. "Kami sudah dibohongi, mereka minta izin untuk urusan keluarga, ternyata mereka malah pindah ke klub lain. Kami menyayangkan perilaku Defri yang merupakan pemain muda tetapi sudah terlihat tidak profesional," ujar Denny.

Ketika ditanya alasan hengkangnya kedua pemain itu, karena tawaran kontrak yang lebih besar dari Mitra Kukar, Denny menerangkan, itu bukan alasan pemain meninggalkan prinsip profesionalitas pesepakbola. "Mungkin kontrak di Mitra lebih besar, tetapi seharusnya mereka harus menjaga komitmen dengan Barito yang sudah lebih dulu mengontraknya. Saya khawatir ini akan menjadi bumerang mereka kelak. Track record-nya yang sudah begini akan dicatat klub-klub lain. Mereka dinilai pemain yang tidak bisa menjaga komitmen kontrak," terang Denny.

Denny menambahkan, pihaknya belum berencana untuk melaporkan peristiwa ini ke PSSI. "Tetapi kami berharap ini menjadi informasi atau masukan bagi PT Liga Indonesia, sebagai penyelenggara kompetisi. Jika ingin membangun sepak bola yang profesional, seharusnya pemain juga harus memiliki profesionalitas pula. Jika dibiarkan ini akan menjadi penyakit bagi perkembangan sepak bola di Indonesia," jelas Denny.

Pihak Barito juga menyayangkan sikap manajemen Mitra Kukar yang menerima Orah dan Defri. Seharusnya manajemen Mitra Kukar memeriksa apakah kedua pemain itu dalam kondisi bebas atau tidak. "Meski kecewa, kami tidak menyesal gagal mendapatkan mereka, karena kedua pemain itu tidak spesial. Masih banyak pemain hebat yang mau melamar ke Barito,”
tambah Denny.

Soal uang muka yang sudah diterima kedua pemain tersebut, Denny mengakui sudah dikembalikan ke manajemen Barito Putera. "Uang muka itu sudah dikembalikan pada Rabu (24/12). Kekecewaan kami bukan masalah uang muka, tetapi karena perilaku buruk mereka yang melanggar kontrak dan membohongi manajemen. Tetapi ya sudahlah, kami akan mencari pemain pengganti," papar Denny.

Denny mengatakan, saat ini pihaknya sudah mendapatkan 20 pemain dan sedang memburu pemain anyar untuk melengkapi skuat musim depan. "Kami sedang mencari pemain baru yang yang berkualitas. Jumlah pemain yang kami cari sekitar tiga orang lagi, untuk dipasang di posisi penyerang, bek kiri, dan gelandang," jelas Denny. (get)

Penulis: Sigit Nugroho
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved