Tinju

Ini Strategi Cino Jatuhkan Pontillas

Daud memang menargetkan memukul KO lawannya itu.

Ini Strategi Cino Jatuhkan Pontillas
WARTA KOTA/ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
Daud Yordan (kanan) mencium anak dan istrinya seusai mengalahkan petinju Filipina Ronald, Pontillas pada pertandingan merebutkan gelar juara kelas ringan WBO Asia Pasifik di GOR Pangsuma, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (20/12). Daud Yordan menang KO pada ronde kelima. 

WARTA KOTA, PONTIANAK - Daud 'Cino' Yordan merebut gelar juara Kelas ringan World Boxing Organization (WBO) Asia Pasifik, setelah memukul KO lawannya asal Filipina, Ronald Pontillas, di Gedung Olahraga (GOR) Pangsuma, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (20/12) malam.

Petinju berumur 27 tahun itu berhasil menjatuhkan Pontillas di ronde kelima, setelah pukulan straight kanan mengenai perut di bagian hulu hati lawannya, sekaligus memastikan kemenangan TKO.

Daud yang menantikan pertarungan tersebut sejak setahun lalu mengatakan, kemenangan tersebut berkat kerja kerasnya berlatih selama ini.

"Saya disiplin dan selalu mendengarkan pelatih. Memang sebelumnya kami telah memiliki strategi untuk menghadapi Pontillas. Salah satunya, menyerang," ungkap Daud usai pertarungan.

Daud memang menargetkan memukul KO lawannya itu. Dia memanfaatkan setiap kesempatan untuk menjatuhkan Pontillas.

"Pukulan ini karena ada peluang, dan saya memanfaatkan kesempatan itu. Saya sudah melakukan sesuai instruksi pelatih. Kemenangan ini sudah sesuai target saya," imbuh petinju kelahiran, Ketapang, Kalimantan Barat tersebut.

Di awal pertarungan, kedua petinju memulai dengan sangat agresif dan saling jual beli pukulan keras. Namun, aksi jual beli pukulan hanya berlangsung di sepanjang ronde pertama. Memasuki ronde kedua, Daud tampil menyerang dan membuat pelipis mata kiri Pontillas robek.

Meski Daud sudah di atas angin, Pontillas justru mampu kembali memberikan perlawanan pada ronde keempat. Selanjutnya, Daud membuktikan kapasitasnya sebagai petinju terbaik dengan menjatuhkan lawannya di ronde kelima.

Ini merupakan kemenangan pertama Daud sejak mengalahkan Sipho Taliwe di Australia, Desember 2013.

Gairahkan tinju nasional
Raja Sapta Oktohari, promotor pertarungan ini, mengaku senang dengan kemenangan Daud. Karena, ini menjadi awal bagi Daud tampil di level tinggi. Bahkan, Okto sudah punya rencana jangka panjang untuk Daud.

Pada 2015, Daud akan mendapatkan kesempatan bertanding lebih banyak dibandingkan tahun ini, agar bisa memberikan peluang menjadi juara dunia kelas ringan WBO pada tahun depan.

"Pada 2014, harus diakui bahwa frame masyarakat kita adalah tahun politik, sehingga semua terfokus ke sana. Makanya, pentas tinju sama sekali enggak laku. Jadi, saya ingin mencoba memberikan animo masyarakat kepada tinju pada tahun depan. Satu-satunya cara adalah bisa membawa Daud Yordan menjadi juara dunia," ungkapnya.

Okto juga siap menggairahkan kembali tinju nasional yang selama ini meredup. Tanpa menggantungkan bantuan dari pihak sponsor, Okto siap mencoba mencari bibit baru dengan meretas jalan empat nama petinju muda.

Kata Okto, saat ini ada empat petinju yang berpotensi menjadi pelapis Daud Yordan, salah satu petinju harapan bangsa selain Daud adalah Defri Yanto Palulu. Petinju berusia 24 tahun tersebut saat ini merupakan salah satu petinju terbaik Tanah Air di kelas bulu (57,1 kilogram).

Keempat petinju juga menjalani partai pembuka dalam laga pertarungan Daud versus Pontillas. Okto juga membidik seorang petinju dari level amatir.

"Ada juga satu lagi dari amatir. Saya belum mau sebutkan. Saya sudah pantau dia sejak lama dan mendapat masukan dari PP Pertina juga soal kualitas petinju amatir ini. Dua tahun lalu saya punya dua petinju yang sama jago. Daud dan Chris John. Tinggal diatur siapa yang mau tanding. Kalau sekarang cuma satu, hanya Daud. Jadi, agak sedikit susah mencari tektok pertandingannya," beber Okto. (mur)

Tags
tinju
Penulis: Murtopo
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help