Bocah TK Disodomi

BREAKING NEWS: 4 Terdakwa Kasus JIS Divonis 8 Tahun Penjara

Empat terpidana yakni VA, AI, SY, dan ZA, divonis pidana penjara selama 8 tahun dan denda sebesar Rp 100 juta

BREAKING NEWS: 4 Terdakwa Kasus JIS Divonis 8 Tahun Penjara
KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERA
Kelima terdakwa kasus kekerasan seksual di JIS. 

WARTA KOTA, PASAR MINGGU -  Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis terhadap lima terdakwa dalam kasus kekerasan seksual di Jakarta International School (JIS).

Empat terpidana yakni  VA, AI, SY, dan ZA, divonis pidana penjara selama 8 tahun dan denda sebesar Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Sementara AS divonis lebih ringan satu tahun. Putusan terhadap AS lebih ringan, karena dia hanya membantu menyodomi, sementara keempat rekannya yang lain terbukti melakukan sodomi.

Ketua Majelis Hakim, Ahmad Yunus membacakan putusan di Ruang Sidang Utama Prof. H Oemar Seno Adji SH di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan  Ampera Raya No. 133, Ragunan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (22/12).

Para terpidana terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana secara bersama-sama, memaksakan anak dalam perbuatan cabul.  Mereka terbukti melanggar Pasal 82 UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak junto  Pasal 55 ayat 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Putusan majelis hakim terhadap keempat terpidana itu lebih ringan dua tahun dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut  Umum (JPU) dengan pidana penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp 100 juta subsider lima bulan penjara.

Sementara itu, kuasa hukum terpidana, Patra M Zen, akan mengajukan banding ke pengadilan tinggi. Ia menyatakan vonis itu tidak sesuai fakta persidangan.
“Divonis delapan tahun tanpa bukti yang kuat, mereka bersalah melakukan sodomi,” tuturnya.

Pada persidangan vonis ini dihadiri beberapa guru JIS, para pegawai dan orang tua murid yang kemberi dukungan bagi mabtan pegawai JIS tersebut. Mereka menggunkan kaos yang bertuliskan #tolakrekayasaJIS untuk mendukung dan memberi motivasi serta semangat.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help