30.000 Usulan Kegiatan di KUA-PPAS 2015 Dipangkas

Ahok meminta SKPD DKI melakukan efisiensi anggaran. Sehingga, sebanyak 30.000 usulan kegiatan dari tingkat Suku Dinas sampai Dinas dipangkas.

30.000 Usulan Kegiatan di KUA-PPAS 2015 Dipangkas
Kompas.com
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberi sambutan dalam Seminar Sehari Mengatasi Banjir di Jakarta, Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Kamis (30/10/2014). 

WARTA KOTA, GAMBIR - Dalam Kebijakan Umum Anggaran, Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2015, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta agar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI Jakarta melakukan efisiensi anggaran. Sehingga, sebanyak 30.000 usulan kegiatan dari tingkat Suku Dinas sampai Dinas dipangkas.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Andi Baso Mappapoleonro mengatakan, pemangkasan kegiatan dilakukan 30 hingga 50 persen di dinas dan suku dinas. Hal ini sesuai instruksi dari Ahok untuk melakukan efisiensi anggaran.

"Masing-masing dinas ada sekitar belasan ribu atau paling banyak dua puluh ribu kegiatan yang diusulkan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2015, dari total 54.000 kegiatan yang diajukan," kata Andi saat dihubungi di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/12).

Andi mengatakan, kegiatan yang dicoret akan dialokasikan ke tempat lain. Seperti pembanguanan infrastruktur dan perbaikan sarana serta prasarana yang ada di Ibu Kota Jakarta. Selain itu, anggaran itu bisa dialokasikan ke program unggulan Pemprov DKI yaitu Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS).

"Pokoknya Gubernur bilang yang penting ada perumahan, Jakarta nggak banjir, jakarta nggak macet, ptsp ada, pendidikan KJP ada , lampu terang, pemadam beres, kesehatan sudah," kata Andi.

Besaran masih sama

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengatakan dalam pemangkasan kegiatan dari Dinas dan Suku Dinas tidak akan berpengaruh terhadap besaran KUA-PPAS 2015 sebesar Rp 76 triliun. Menurutnya, pemangkasan kegiatan itu akan dialokasikan ke anggaran pembangunan infrastruktur.

"Semua kegiatan memang kita pangkas karena perlu efisiensi anggaran. Orientasinya infrastruktur dan sarana dan prasarana," kata Heru.

Anggaran yang dipangkas hanya pos-posnya yang dirubah. Namun, kata Heru, untuk besarannya tidak akan berubah. Sehingga, dalam perencanaang RAPBD DKI 2015 bisa dilakukan pemetaan.   "Nilainya tetap Rp 76 triliun, hanya pos-posnya saja yang berubah," kata Heru.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help