Liga Italia

Benitez Tertekan karena Mau Didepak

Benitez harus membawa timnya menang saat menjamu sang juru kunci sementara, Parma, Jumat (19/12) dini hari WIB

Benitez Tertekan karena Mau Didepak
Warta Kota/Foto-foto AFP; Grafis: Galih
Preview Napoli vs Parma, Jumat (19/12) dini hari WIB. 

WARTA KOTA, NAPOLI - Posisi Rafael Benitez di kursi pelatih Napoli semakin tak nyaman. Spekulasi soal pemecatan mantan pelatih Liverpool semakin jelas terdengar, menyusul kekalahan 2-0 dari AC Milan pada akhir pekan lalu.

Berita yang beredar di Italia mengabarkan, hanya satu atau dua hasil buruk lagi, Benitez bakal langsung ditendang sebagai pelatih Partenopei.

Hubungan antara klub dan Benitez dikabarkan mulai renggang. Bahkan, La Gazzetta dello Sport mengklaim, kemungkinan Benitez bertahan di Napoli nyaris nol persen.

Ketidakpastian mengenai masa depan Benitez ini juga memengaruhi moral tim, yang juga mulai ragu untuk mengikuti pelatih asal Spanyol berumur 54 tahun itu.

Langkah Napoli di Serie A Italia musim ini memang tertatih-tatih. Hingga pekan ke-15, tim asal Kota Naples ini baru menang enam kali, imbang enam kali, dan kalah tiga kali. Mereka duduk di posisi tujuh klasemen sementara dengan koleksi 24 poin, tertinggal 12 poin dari sang pemuncak, Juventus.

Sebelum ditekuk Milan 0-2, Napoli menelan hasil imbang tiga kali berturut-turut saat melawan Cagliari, Sampdoria, dan Empoli. Tak ayal, Benitez paham betul bahwa ia harus membawa timnya menang saat menjamu sang juru kunci sementara, Parma, Jumat (19/12) dini hari WIB

Namun, meski akan tampil di kandang sendiri di Stadion San Paolo, Partenopei diragukan bisa dengan mudah membungkus tiga poin. Statistik berbicara, Napoli hanya menang tiga kali dari tujuh pertandingan kandang mereka musim ini.

Napoli bisa kembali diperkuat oleh playmaker asal Slovakia, Marek Hamsik, yang tampil sebagai pemain pengganti saat Napoli dikalahkan Rossoneri. Gelandang Swiss Gokhan Inler kemungkinan juga bisa diturunkan Benitez, dengan Gonzalo Higuain yang memimpin lini depan.

Melihat tim yang bakal dihadapi, Napoli difavoritkan bisa menang melawan Gialloblu. Sebab, Parma baru sanggup menang sebanyak dua kali pada musim ini.

Namun, Parma jelas akan berusaha keras untuk bangkit dari ancaman degradasi. Antonio Cassano yang telah mencetak lima gol, akan memimipin skuat asuhan Roberto Donadoni di lini depan.

Parma melakukan pergantian presiden klub pada Selasa (16/12) lalu. Jabatan yang tadinya dipegang oleh Tommaso Ghirardi, kini jatuh ke tangan Dr Peter Doca.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) belum lama ini menjatuhi hukuman kepada I Gialloblu, berupa sanksi pengurangan satu poin dan denda lima ribu euro, akibat masalah pembayaran pajak dan keterlambatan pembayaran gaji pemain serta staf pelatih.

Ghirardi dan Pimpinan Eksekutif Parma Pietro Leonardi, tak luput dari hukuman. Keduanya disanksi tak boleh terlibat dalam urusan klub selama dua bulan dan disanksi lima ribu euro.

Pihak Parma mengonfirmasi akan mengajukan banding terkait sanksi dari FIGC. Mereka juga akan menjual saham klub guna menyokong kondisi finansial klub.

Dalam menjalankan tugasnya, Doca akan dibantu oleh Wakil Presiden Klub Fabio Giordano dan General Manajer Leonardi, yang juga mendapat sanksi. Ketiganya akan diperkenalkan kepada publik pada Jumat (19/12) waktu setempat. (pen)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved