WartaKota/

4 Inovasi Layanan Publik Terbaik Indonesia Dipamerkan di Korea Selatan

Pemerintah Indonesia mengirimkan empat inovasi layanan publik terbaik Indonesia dalam pameran di Busan, Korea Selatan.

4 Inovasi Layanan Publik Terbaik Indonesia Dipamerkan di Korea Selatan
Ilustrasi pameran. 

WARTA KOTA, PALMERAH-Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) mengirimkan 4 inovasi layanan publik terbaik Indonesia dalam pameran Asean-Republic of Korea Exhibition on Public Governance di Busan, Korea Selatan, Jumat (12/12/2014).

Pameran ini menghadirkan bentuk layanan serta sistem tata kelola pemerintahan terbaik se Asia Tenggara.
Booth atau stand 4 inovasi layanan publik terbaik Indonesia dari Kemen PAN-RB, mendapat antusiasme dan perhatian dari sejumlah birokrat dan kepala negara dunia.

Karenanya Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam kunjungannya ke Korea Selatan menyempatkan diri mengunjungi booth pameran 4 inovasi layanan publik terbaik Kemen PAN-RB dalam pameran di Busan, Korsel, Jumat. Kedatangan Jokowi didampingi oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Yuddy Chrisnandi serta bersama seluruh Kepala Negara Asean termasuk Kepala Negara Korea Selatan.

Rombongan tampak sangat antusias atas 4 inovasi layanan publik Pemerintah Indonesia yang dipamerkan dalam acara tersebut.
Dalam siaran persnya, Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi menjelaskan 4 inovasil layanan publik terbaik yang dihadirkan ini adalah bagian dari Top 9 Inovasi Pelayanan Publik Indonesia 2014  finalis United Nation Public Service Award 2014. 
Selain itu dihadirkan pula inovasi layanan publik mengenai cuaca bagi petani hasil kerjasama Badan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan Sekolah Iklim dan Cuaca.

"Tema inovasi layanan publik di stand kita ini adalah One Agency One Innovation," kata Yuddy dalam siaran pers yang diterima Warta Kota, Sabtu (13/12/2014).

Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB, Mirawati Sudjono, menjelaskan 4 inovasi layanan publik terbaik yang ditampilkan diantaranya adalah Fidusia Online yang merupakan layanan publik dari Kementerian Hukum dan HAM.
Inovasi layanan ini berupa revolusi pemangkasan waktu pelayanan dalam pengurusan suatu ketentuan dari yang biasanya selesai 9 sampai 13 bulan, kini dapat selesai dalam 7 menit.

Selain itu, kata Mirawati, Fidusia Online memungkinkan pengurusan dari yang harus datang atau face to face, menjadi faceless dan dilakukan di kantor Notaris. Inovasi layanan publik terbaik lainnya yang dipamerkan adalah Government Resources Management System (GRMS) Kota Surabaya yang diterapkan Pemerintah Kota Surabaya.  Inovasi ini menerapkan sistem teknologi informasi sebagai perangkat utama pelayanan publik yang terbukti mampu mengantisipasi tindakan korupsi oleh birokrasi.

"Inovasi yang dihasilkan adalah penganggaran lebih tepat sasaran, dapat dilakukan penghematan, efisiensi dan percepatan dalam proses penyusunan anggaran," kata Mirawati.

Selain itu, katanya, dengan inovasi layanan ini proses pengadaan barang dan jasa mulai dari Rencana Umum Pengadaan (RUP), kontrak hingga serah terima pekerjaan, dapat dipantau secara terbuka oleh masyarakat umum.

"Ada penghematan anggaran sebesar 20-30 persen dari proses pelelangan, yang kemudian dimanfaatkan kembali untuk mengoptimalkan kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi," katanya. Selain itu, inovasi ini terbukti meningkatkan kinerja PNS. "Karena cara kerja PNS tidak lagi berbasis honorarium tetapi berbasis kinerja," kata Mirawati.

Selain itu, inovasi lainnya yang dipamerkan adalah proyek percontohan mengenai Layanan Kesehatan Ibu Melahirkan dengan Bantuan Tenaga Kerja Kesehatan Tradisional (dukun beranak) bekerja sama dengan Tenaga Medis.

"Inovasi ini memadukan budaya lokal dukun beranak dan bidan profesional di Aceh Singkil," katanya.
Menurut Mirawati, dampak inovasi ini terlihat jelas terhadap kualitas kesehatan ibu dan anak. "Karena inovasi ini, statistik kesehatan menunjukkan bahwa angka kematian ibu di Klinik Singkil jatuh ke angka nol (0) pada tahun 2013 lalu," katanya.

Selain inovasi layanan itu, kata Mirawati juga dipamerkan inovasi dari BMKG mengenai Sekolah Lapangan Iklim (Climate Field School). 
Inovasi ini bertujuan sebagai jembatan untuk memberikan pengetahuan kepada para petani mengenai perubahan iklim, khususnya di lokasi tempat mereka tinggal, melalui sebuah proses pelatihan.

"Hal ini merupakan upaya untuk berbagi pengetahuan tentang ilmu iklim dasar. Sehingga para petani memahami istilah-istilah teknis di BMKG tentang masalah perubahan yang bisa dijadikan dasar oleh mereka dalam memutuskan sesuatu saat bertani," tutur Mirawati. Inovasi BMKG ini, kata Mirawati, diketahui dan dianggap layak ditampilkan di pameran ini, ketika Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi blusukan ke BMKG beberapa waktu lalu.  

"Dari sana diketahui inovasi ini layak ditampilkan dalam eksebisi di Korsel ini," ujar Mirawati.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help