Tawuran Pelajar

Keluarga Andi Audi Teriaki 2 Siswa SMA Usai Divonis 3 Tahun

Keluarga korban tawuran, Andi Audi (16), menyoraki dua terdakwa tawuran usai vonis penjara 3 tahun.

Keluarga Andi Audi Teriaki 2 Siswa SMA Usai Divonis 3 Tahun
Wartakotalive.com/Dwi Rizki
Sidang tawuran pelajar yang menewaskann siswa SMAN 109 Jakarta digelar di PN Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2014). 

WARTA KOTA, PALMERAH— Vonis hukuman selama tiga tahun penjara dan denda Rp 10 juta terhadap F dan R yang diputuskan hakim tunggal, Nur Aslam, atas kasus  pembunuhan Andi Audi Pratama (16), siswa SMAN 109 Jakarta, dinilai cukup oleh pihak keluarga korban.

Suasana menegangkan tersebut terlihat saat hakim membacakan vonis sekaligus menutup jalannya persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/12) siang.

Sorak sorai serta kecaman terhadap dua orang terdakwa, yakni F dan R dilontarkan pihak keluarga korban.

Tidak hanya itu, tante Andi Audi Pratama, Jarwiyati pun terlihat histeris dan mencoba mendekati kedua terdakwa hingga sempat membuat ricuh proses evakuasi saat keduanya hendak digiring ke dalam Sel Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/12).

"Dasar pembunuh, dasar biadab, sekali pembunuh tetap saja pembunuh," teriak beberapa orang pihak keluarga yang hadir dalam persidangan.

Guna menghindari insiden pemukulan yang dilakukan pihak keluarga korban, petugas keamanan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pun segera mengamankan kedua terdakwa masuk ke dalam sel tahanan. Keduanya bahkan diperintahkan petugas keamanan untuk mengganti baju koko yang terlihat dikenakan di dalam sel tahanan.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban, Hiu Hindiana, mengaku puas atas keputusan hakim tersebut. Namun, dirinya menyadari bahwa vonis tersebut dinilai pihak keluarga korban sangat ringan karena tidak sebanding dengan hilangnya sebuah nyawa.

‎"Kami mengaku sangat puas dengan putusan hakim yang menghukum keduanya dengan 3 tahun penjara. Sejujurnya kalau ditanya apakah keluarga puas, tentu tidak akan puas, karena ini menyangkut hilangnya sebuah nyawa," jelasnya usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/12).

Walaupun begitu, dirinya mewakili pihak keluarga mengaku akan menghormati proses hukum dan keputusan yang diambil hakim. Dirinya pun mengucapkan terima kasih kepada Jaksa Penuntut Umum dan Hakim yang telah bijak menimbang kasus yang dialami kliennya tersebut.

"Kami berterima kasih kepada jaksa dan hakim, karena hakim berpendapat lain sehingga memutuskan tiga tahun penjara, tuntutan ini lebih berat dari tuntutan yang diberikan. Untuk hukuman ini, kami puas," lanjutnya.

Ditemui terpisah, ibunda Andi Audi Pratama, Erlita Hidayat pun menyatakan kalau dirinya maupun pihak keluarga menerima dan cukup puas dengan hukuman yang diberikan terhadap kedua terdakwa. Dirinya pun berpesan kepada beberapa orang pelaku lain yang masih buron untuk segera menyerahkan diri.

"Untuk pelaku lain kami mohon dengan sangat untuk menyerahkan diri ke Polisi dan kami mohon ke Polisi agar melakukan tugas mereka dengan baik, sehingga terdakwa bisa ditangkap," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Vonis terhadap F dan R atas kasus penganiayaan sekaligus pembunuhan Andi Audi Pratama (16) siswa SMA 109 telah dijatuhkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini, Kamis (11/12) siang.

Keduanya diganjar hukuman selama tiga tahun penjara dan denda sebesar Rp 10 juta karena terbukti telah menganiaya Andi Audi Pratama (16) siswa SMA 109 dalam aksi tawuran antara SMA 60 dengan SMA 109 di Jalan Raya Warung Buncit, tepatnya simpang Pejaten Village pada Jumat (7/11) lalu.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved