Upah Buruh

Enam Industri di Bekasi Mulai PHK Karyawan

Apindo Kota Bekasi mencatat sedikitnya enam industri besar akan mulai mengurangi karyawan setelah UMK naik.

Enam Industri di Bekasi Mulai PHK Karyawan
Wartakotalive.com/Ichwan Chasani
Ketua Apindo Kota Bekasi, Purnomo Narmiadi 

WARTA KOTA, PALMERAH— Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Bekasi mencatat sedikitnya enam industri besar akan mulai mengurangi karyawannya pascapenetapan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Bekasi yang ditetapkan oleh Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Bekasi sebesar Rp2,9 juta.

Ketua Apindo Kota Bekasi, Purnomo Narmiadi mengatakan bahwa beberapa industri besar di Kota Bekasi yang bersiap mengurangi karyawannya adalah satu industri otomotif, tiga industri garmen, dan dua industri makanan minuman.

"Pengurangan karyawan rata-rata sekitar 20-25 persen dari yang sudah ada. Masih ada dua perusahaan aneka industri lainnya yang sudah berkonsultasi untuk mengurangi karyawannya mulai Januari 2015 nanti. Itu karyawannya sekitar 400-an," ungkap Purnomo Narmiadi, menjawab Warta Kota, Kamis (11/12).

Purnomo menjelaskan, industri otomotif yang akan mengurangi karyawan itu sudah menerapkan kebijakan tersebut sejak sekitar tiga tahun lalu. Perusahaan itu memindahkan pabriknya di wilayah lain di luar Jawa Barat.

Sementara untuk sektor garmen, kata Purnomo, secara umum dari 18 perusahaan yang ada di Kota Bekasi tahun ini saja belum sepenuhnya membayar upah sesuai UMK 2014 yang ditetapkan sebesar Rp2,441 juta. Mereka masih membayar gaji karyawannya rata-rata Rp2,1 juta sesuai kemampuan perusahaan alias masih menempuh penangguhan.

"Tahun depan, perusahaan garmen yang memiliki karyawan 1.000 lebih, jenis upahnya akan naik kelas ke golongan II yaitu dengan angka upah Rp3,249 juta. Artinya ada kenaikan sekitar Rp1 juta. Itu UMK 2014 yang Rp2,441 juta saja mereka masih melakukan penangguhan, apalagi tahun depan harus naik jadi Rp3,249 juta," ujarnya.

Menurut Narmiadi, sektor garmen salah satu yang terpukul oleh UMK 2015 yang angkanya naik sekitar 20 persen dari UMK 2014. Padahal usaha garment hidup dari order yang harganya ditetapkan di awal kontrak. "Bayangkan, kalau naik Rp1 juta per orang per bulan kali 1.000 karyawan, itu artinya pengusaha harus siapkan tambahan dana Rp1 miliar per bulan untuk upah pekerja. Makanya mereka akan kurangi karyawan," terangnya.

Sesuai penetapan Depeko Bekasi, nilai UMK 2015 Kota Bekasi naik dari Rp2,441 juta menjadi Rp2,954 juta. Sementara UMK Kelompok I (meliputi industri logam, otomotif, mesin, bubur kertas, minyak goreng, kimia, karet, dan plastik non alat rumah tangga) ditetapkan sebesar Rp3,397 juta.

Sedangkan UMK Kelompok II (meliputi industri elektronik, kayu non kayu lapis, jasa perbankan, garment dengan jumlah pekerja lebih 1.000 orang, mie instan kemasan non UMKM, phylon, serta industri makanan minuman dengan pekerja lebih 500 orang) ditetapkan sebesar Rp3,249 juta.

Purnomo menyatakan Apindo Kota Bekasi telah menarik diri dari keanggotaan di Dewan Pengupahan Kota (DPK) Bekasi saat penetapan UMK 2015 pada 13 November 2014 lalu. Apindo Kota Bekasi, kata dia, akan mendukung anggotanya yang melakukan perlawanan terhadap keputusan DPK Bekasi terkait penetapan UMK 2015.

Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help