Tawuran Pelajar

2 Siswa SMAN Terlibat Tawuran Dihukum 3 Tahun

Dua siswa SMA yang terlibat tawuran dan menewaskan Andi Audi Pratama dihukum tiga tahun penjara.

2 Siswa SMAN Terlibat Tawuran Dihukum 3 Tahun
Warta Kota/Bintang Pradewo
Erlitha, ibunda Andi Audi, siswa kelas XI SMA 109 Jakarta yang tewas akibat tawuran pelajar. Erlitha ditemani Kepala Dinas Pendidikan Lasro Marbun (kiri) di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/11/2014). 

WARTA KOTA, DEPOK— Vonis terhadap F dan R atas kasus penganiayaan sekaligus pembunuhan Andi Audi Pratama (16), siswa SMA 109 Jakarta,  dijatuhkan hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/12) siang. Keduanya diganjar hukuman selama tiga tahun penjara dan denda Rp 10 juta.

Sidang putusan terhadap dua orang mantan pelajar SMA 60 tersebut terlihat dimulai Hakim Tunggal, Nur Aslam di ruang sidang dua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada pukul 13.40 WIB. Hakim yang telah merampungkan keputusan selama sepekan menggelar persidangan itu pun mulai membacakan pemberatan sekaligus vonis terhadap kedua terdakwa.

Sejalan dengan pembacaan pemberatan serta bukti-bukti perkara, Kedua terdakwa, yakni F dan R yang terlihat mengenakan baju koko berwarna putih pun hanya terdiam dan tetap menundukkan kepala. Sementara kedua belah pihak, baik orangtua terdakwa maupun pihak keluarga Andi Audi Pratama terlihat duduk di kursi pengunjung bersebrangan.

Suasana persidangan pun terlihat berjalan kondusif dan tenang. Sorak sorai serta kecaman terhadap dua orang terdakwa justru dilontarkan usai vonis selesai dibacakan dan ditutup dengan ketukan palu sebanyak tiga kali oleh Nur Aslam.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penganiayaan bersama-sama yang menyebabkan korban meninggal dunia. Terdakwa F dan R dengan pidana penjara masing-masing selama 3 tahun denda sebesar Rp 10 juta atau pelatihan kerja selama 40 hari kerja," jelas Nur Aslam membacakan vonis sekaligus menutup persidangan.

Mendengar putusan tersebut, sebagian pengunjung sidang sontak berteriak 'Alhamdulillah', sementara beberapa pengunjung lainnya berteriak 'hukum mati saja', 'sekali pembunuh tetap saja pembunuh', dan celotehan buruk tentang kedua tersangka.

Mendengar putusan sekaligus teriakan dari pihak korban, kedua terdakwa hanya terlihat menunduk dan mengabaikan semua kalimat buruk tersebut. Keduanya masing-masing mencium tangan orangtuanya yang terlihat menangis dan segera merangkul keduanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sidang atas kasus penganiayaan hingga menyebabkan tewasnya Andi Audi Pratama sudah digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sejak sepekan lalu, tepatnya Kamis (4/12). Keduanya terbukti telah menganiaya Andi Audi Pratama (16) siswa SMA 109 dalam aksi tawuran antara SMA 60 dengan SMA 109 di Jalan Raya Warung Buncit, tepatnya simpang Pejaten Village pada Jumat (7/11) lalu.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help