Pedagang Kaki Lima

Digembok Rapat, PKL Monas Manyun Depan Pagar

Jajaran Unit Pengelola Monas menggembok rapat pintu pagar, agar PKL tak bisa masuk Kawasan Monas untuk berdagang.

Digembok Rapat, PKL Monas Manyun Depan Pagar
Panji Baskhara Ramadhan
Puluhan pedagang kaki lima ini menanti pintu Pagar Monumen Nasional Timur, Gambir, Jakarta Pusat, dibuka oleh petugas keamanan, Selasa (9/12/2014). Mereka berharap dapat berdagang di dalam Kawasan Monas. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Jajaran Unit Pengelola (UP) Monumen Nasional (Monas) ternyata menunjukkan sikap ketegasannya terhadap para Pedagang Kaki Lima (PKL). Pihaknya pun memutuskan untuk menggembok rapat pintu pagar, guna PKL tak bisa masuk Kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, untuk berdagang.

Hasil pengamatan wartakotalive.com, nampak sejak pagi puluhan lebih PKL Monas ini bertengger di depan pagar Pintu Monas Timur. Mereka menanti dan berharap petugas membukakan pintu pagar, agar mereka bisa berdagang di dalam Monas.

Namun, petugas tak mengindahkan keinginan para PKL. Alhasil, para PKL ini hanya duduk di jok motor dan di depan pagar Monas sambil memanyunkan bibirnya.

Semakin lama, semakin ramai PKL di depan Pagar Monas Timur. Tak hanya PKL, para pengunjung yang baru saja datang kebingungan kenapa Monas ditutup.

"Kok digembok ya?" tanya salah seorang pengunjung Monas, Selasa (9/12/2014).

Terlihat, barang-barang dagangan PKL yang mereka bawa, di letakkan di kawasan Stasiun Gambir. Letaknya pun berdampingan langsung dengan Monas sisi timur.

Mereka juga berupaya bekerjasama dengan kawanannya, untuk mencoba masuk dan meminta kunci ke petugas. Bahkan, mereka mencoba melemparkan barang dagangannya dari luar pagar ke dalam Monas, namun tetap tak berhasil.

Hingga kini, para PKL Monas ini masih berdiri di depan pagar dan berharap petugas dapat membukakan pintu pagar Monas. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help