Tawuran Pelajar

Sidang Tawuran Pelajar SMAN 109 dan SMAN 60 Jakarta Ricuh

Sidang pedana kasus tawauran pelajar antara siswa SMAN 109 dan SMAN 60 Jakarta diwarnai kericuhan.

Sidang Tawuran Pelajar SMAN 109 dan SMAN 60 Jakarta Ricuh
Wartakotalive.com/Dwi Rizki
Sidang tawuran pelajar yang menewaskann siswa SMAN 109 Jakarta digelar di PN Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2014). 

WARTA KOTA, PALMERAH— Sidang atas terdakwa yang diketahui berinisial R dan F, pelaku pengeroyokan hingga menewaskan Andi Audi Pratama (16) siswa SMA 109 Jakarta Selatan dalam kasus tawuran antara pelajar SMAN 109 Jagakarsa dengan SMAN 60 Mampang, Jakarta Selatan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/12) diwarnai kericuhan. Pihak keluarga korban memaki dan menjambak kedua usai keduanya menjalani persidangan.

Ungkapan kekesalan tersebut sudah ditunjukan oleh beberapa orang kerabat korban terlihat sebelum kedua terdakwa yang merupakan mantan siswa Kelas XII SMA 60 itu keluar sel tahanan dan berjalan memasuki ruang sidang tertutup yang terletak di bagian belakang Pengadialan Negeri Jakarta Selatan, sekira pukul 13.30 WIB.

Suasana panas pasca sidang terlihat mencekam, makian serta teriakan hujatan terdengar dilontarkan oleh pihak keluarga dari remaja yang akrab disapa Audi itu. Namun, tanpa terlihat menggubris hujatan, Kedua tersangka yang terlihat mengenakan setelan baju koko dan rompi merah Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan serta celana bahan berwarna hitam itu hanya terlihat menunduk mengikuti langkah kaki petugas keamanan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Dasar pembunuh..!, hukum mati aja..!," teriak beberapa orang kerabat Audi yang hadir di Pengeadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/12).

Teriakan dan makian yang semakin ramai pun akhirnya mereda sesaat kedua terdakwa memasuki ruangan berkaca gelap. Sidang tertutup yang digelar selama sekira satu jam atau hingga sekira pukul 14.30 WIB itu pun berjalan hening dan aman.

Namun, keadaan pun kian tidak terkendali, tepatnya saat pintu ruang sidang terbuka dengan kedua tersangka kembali digiring menuju sel tahanan. Pihak keluarga Audi yang sudah bergerumul didepan ruang sidang kembali memaki dan menunjuk-nunjuk wajah terdakwa, sementara beberapa kerabat lainnya sempat menjambak dan mencakar wajah serta tangan terdakwa hingga terlihat memerah.

Beruntung, petugas keamanan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terlihat cekatan, keributan segera dilerai. Pada saat bersamaan, kedua terdakwa pun dilarikan cepat untuk masuk ke dalam sel tahanan.

Walau sudah terlihat aman, tatapan marah dengan wajah bersungut-sungut terlihat ditunjukan oleh beberapa kerabat kepada kedua terdakwa. Tanpa banyak bicara, keduanya yang terlihat melepas seragam khas sidang itu hanya duduk menyandar dinding sel, mencoba memalingkan wajah dari amukan kerabat Audi.

Menanggapi perlakuan tersebut, Kuasa Hukum F, Lesmana Budiarta mengaku kecewa dengan perlakuan keluarga Audi, dirinya pun meminta agar petugas keamanan dapat meningkatkan keamanan untuk melindungi kliennya.

"Saya minta petugas pengadilan lebih meningkatkan keamanan, karena Klien kami shock dan trauma karena dipukuli dan ditendang begitu," jelasnya usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/12).

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved