Pedagang Kaki Lima

Razia Dadakan, Pedagang Lari Tinggalkan Pembeli

Razia dadakan yang dilakukan petugas gabungan Satpol PP, Polisi, TNI, dan Garnisun di Monas, membuat ratusan PKL kocar-kacir, Minggu.

Razia Dadakan, Pedagang Lari Tinggalkan Pembeli
Panji Baskhara Ramadhan
Para petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) lakukan razia dadakan bersama kepolisian, Garnisun dan TNI, di Pintu Monumen Nasional timur, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (30/11/2014) 

WARTA KOTA, GAMBIR - Razia dadakan yang dilakukan puluhan petugas gabungan yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polisi, TNI, dan Garnisun, di Monumen Nasional (Monas), membuat ratusan pedagang kaki lima (PKL) kocar-kacir, Minggu (30/11/2014).

Hasil pengamatan wartakotalive.com, aksi giat para petugas tersebut saat itu membuat suasana menjadi ramai ditonton warga. Nampak beberapa dari mereka mengabadikan giat tersebut melalui jepretan kamera gadgetnya.

Tak hanya itu juga, sempat terlihat beberapa warga yang ingin berkenjung, justru lari ketakutan masuk ke dalam Monas lantaran melihat para pedagang berlarian.

"Itu lari-lari kenapa sih? Ada apa sih? Kok pedagangnya kabur?" ucap salah seorang pengunjung.

Malahan, beberapa pengunjung Monas yang tengah jajan di PKL di depan Pintu Monas Timur, ditinggal lari oleh pedagang. Terlihat ada beberapa warga yang tengah makan ketoprak, bakso, pangsit, dan bubur ayam, kebingungan.

"Lari! Lari! Razia!" teriak salah seorang pedagang.

"Eh.. Eh.. Mau kemana? Loh bu ini bayarnya gimana! Piringnya..hei bu! Kenapa sih kok lari? Razia ya?" ucap salah seorang wanita, pengunjung Monas yang saat itu sedang asik melahap ketoparak.

Para pengunjung yang masih asik menyantap jajanan mereka yang belum habis, langsung menaruh piring-piring milik pedagang di tempat pedagang itu berjualan. Beberapa dari mereka mengaku kaget, dan tak tahu kenapa pedagang tersebut berlari-larian.

Andi (33), warga Solo, Jawa Tengah ini mengaku kaget saat ketoprak yang tengah dilahapnya belum habis. Ia bersama istri dan kedua anaknya pun turut kebingungan.

"Wong saya bingung. Kan saya lagi makan ketoprak sama keluarga saya. Kan saya mau makan dulu sebelum masuk ke Monas. Baru juga makan 5 menitan, belum saya bayar pedagangnya udah kabur! Gak tahu saya kenapa," ungkap Andi.

Senada dengan Hermansyah Putra (28), warga Tebet, Jakarta Selatan ini mengaku jajanan bakso yang belum habis dilahapnya dan belum membayar ke pedagang. Ia justru kaget tiba-tiba puluhan petugas mengejar para PKL.

"Saya kaget pak.. Kok banyak polisi ama satpol PP. Saya taro aja deh bakso saya ke bawah kursi plastik. Saya mau bayar gimana pak, pedagangnya lari ninggalin saya!" ucapnya.

Nampak para petugas terus melakukan penertiban hingga ke Jalan Medan Merdeka Timur. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved