Parkir Meter

Pembayaran Elektronik Parkir Meter di Jalan Agus Salim Molor

Hal ini dikarenakan mesin parkir meter yang berasal dari Swedia belum bisa terkoneksi dengan server bank

Pembayaran Elektronik Parkir Meter di Jalan Agus Salim Molor
Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha
Spanduk rencana pemasangan parkir meter di Jalan Agus Salim, Sabang, Jakarta Pusat, Selasa (23/9/2014). 

WARTA KOTA, GAMBIR - Penerapan pembayaraan elektronik pada parkir meter di Jalan Agus Salim, Menteng, Jakarta Pusat yang diperkirakan dilaksanakan minggu kedua November 2014 molor. Hal ini dikarenakan mesin parkir meter yang berasal dari Swedia belum bisa terkoneksi dengan server bank.

Kepala Unit Pengelola (UP) Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sunardi Sinaga mengatakan pihaknya sedang melakukan konsultasi dengan perusadaan pengadaan mesin parkir meter. Pasalnya, mesin parkir meter tiba-tiba eror ketika dikoneksikan dengan server bank yang akan ditunjuk.

"Jadi kami siapkan matang-matang terlebih dahulu dan kami meminta dari pihak Swedia untuk mengakaji kesiapan perangkatnya itu," kata Sunardi saat dihubungi di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (30/11).

Dia menargetkan penerapan pembayaran elektornik pada parkir meter di Jalan Agus Salim akan bisa mulai diterapkan pada pertengahan bulan Desember 2014 mendatang. Untuk saat ini, kata dia, pihaknya sedang menyiapkan beberapa lokasi lainnya yang digunakan untuk penerapan parkir meter.

Seperti di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jalan Juada, Jakarta Pusat, Jalan Falatehan, Jakarta Selatan, Jalan Pintu Kecil, Jakarta Barat dan Jalan Balai Pusataka, Jakarta Timur. Untuk Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan akan menggunakan vendor yang sama yaitu berasal dari Swedia. Sementara untuk wilayah lain akan berbeda-beda vendornya.

"Kalau wilayaah lain vendornya nanti berbeda yang jelas ada 400 titik parkir itu kita dorong dilelang investasi. Kalau jalan yang di Jalan Sabang karena kami anggap berhasil. Makanya kami kasih kepercayaan untuk kelola di Jalan Juanda sama di Jakarta Selatan. Kalau yang lain vendornya nanti lain," ucapnya.

Menurutnya mantan Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat pihaknya sedang memesan ratusan mesin parkir meter untuk empat wilayah lain yang akan dilakukan uji coba parkir meter. Dia tidak menyebutkan secara detail berapa banyak mesin parkir meter yang akan ditempatkan di setiap wilayah. Padahal, di Jalan Sabang sudah dipasang 11 mesin parkir meter.

"Untuk income saya belum bisa sebut. Yang pasti kalau dihitung tahunan pasti besar. Contohnya aja yang di Jalan Sabang dulunya setoran perhari cuma Rp 600.000. Sekarang sudah belasan juta. Jadi sangat besar," ucapnya.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help