Kenaikan Harga BBM

Pamor Jokowi Turun Anjlok di Bawah 50 Persen

Tingkat kepuasan publik terhadap Pemerintahan Presiden Joko Widodo sebesar 44.94 persen, sementara yang tidak puas 43.82 persen.

Pamor Jokowi Turun Anjlok di Bawah 50 Persen
Warta Kota/angga bhagya nugraha
ILUSTRASI - Ratusan elemen mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2014). Mereka menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang telah diumumkan pemerintah Senin (17/11). 

WARTA KOTA, PALMERAH— Lingkaran Survei Indonesia Denny JA (LSI) merilis hasil survei setelah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hasil survei menunjukkan, tingkat kepuasan publik sebesar 44.94 persen, sementara yang tidak puas 43.82 persen.

Belum 100 hari pemerintahan, hanya dibawah 50 persen yang menyatakan puas dengan kerja pria yang akrab disapa Jokowi itu sebagai presiden.

"Ini warning untuk Jokowi. Kekuasaan dibawa pemerintahan jokowi ini sudah turun dibawah 50 persen," kata Peneliti LSI Ade Mulyana, Jadi kantor LSI Jalan Pemuda, Rawamangun Jakarta Timur, Jumat (21/11/2014) siang.

Menurutnya, Jokowi harus mempertahankan pamor dan cintranya karena masih panjang perjalananya dalam pemerintahan.

Survei tersebut dilakukan melalui wuicl poll pada tanggal 18-19 November 2014. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of eroro sebesar ±2,9 persen.
Survei dilaksanakan di 33 provinsi di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kenaikkan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi untuk jenis premium dan solar, di Istana Merdeka, Jakarta, Kenaikkan harga jual BBM untuk dua jenis ini sebesar Rp2000 per liternya. Yakni, untuk premium dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 perliter. Sedangkan jenis Solar naik dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500 perliternya. (Rahmat Patutie )

Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved