Home »

Depok

Upah Buruh

Apindo Bantah UMK 2015 Depok Rekayasa

Ketua Apindo Kota Depok, Inu Kertapa, membantah adanya rekayasa dalam penetapan Upah Minimum Kota 2015 Kota Depok.

Apindo Bantah UMK 2015 Depok Rekayasa
Warta Kota/henry lopulalan
ILUSTRASI - Antrean kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) langsung mengular SPBU di Jalan Hayamwuruk, Jakarta Barat, Senin(17/11/2014) tak lama setelah Presiden Jokowi mengumumkan kenaikan premium dari 6.500 rupiah menjadi 8.500 rupiah perliter 

WARTA KOTA, DEPOK - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Depok, Inu Kertapa, membantah adanya rekayasa dalam penetapan Upah Minimum Kota (UMK) 2015 Kota Depok. Menurut Inu, tudingan Serikat Pekerja Indonesia (SPI) Kota Depok sangat tidak berdasar hanya karena penetapan UMK dilakukan hampir bersamaan dengan saat pemerintah mengumumkan kenaikan BBM.

"Sebab memang sudah ditargetkan bahwa UMK akan ditetapkan Senin malam. Tidak ada hubungannya dengan pengumuman BBM oleh pemerintah," kata Inu, kepada wartawan, Rabu (19/11/2014) malam.

Menurut Inu, saat itu rapat Dewan Pengupahan Kota (DPK) Depok yang terdiri dari Pemkot Depok, serikat pekerja dan serikat buruh serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Depok sibuk membahas penetapan besaran UMK.

"Sehingga kami tak perhatikan televisi atau media apapun saat itu. Sebab kami semua sibuk rapat membahas angka yang diinginkan bersama. Jadi nggak tahu pengumuman UMK bisa bersamaan dengan pemerintah pusat umumkan BBM," kata Inu.

Yang pasti, kata Inu, saat itu kesepakatan tripartit sudah bulat antara pihaknya dengan beberapa serikat pekerja dan Pemkot Depok untuk menetapkan UMK 2015 Kota Depok sebesar Rp 2,705 Juta.

"Pukul delapan, Senin malam, angka ini bulat dan disepakati semuanya. Makanya langsung ditetapkan," kata Inu.

Inu mengakui besaran harga BBM bersubsidi yang digunakan dalam kebutuhan hidup layak (KHL) buruh, adalah harga BBM lama pada awal bulan November 2014.

"Karena saat itu suara sudah bulat, maka yang dipakai harga BBM saat itu sebelum naik," katanya.

Menurut Inu, harga BBM yang naik ini, nantinya akan digunakan untuk penentuan KHL bulan depan dan dipakai sebagai dasar penentuan UMK tahun mendatang.

"Yang penting sekarang aman dulu, dan semua terakomodir serta sudah mufakat," kata Inu.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help