Tawuran pelajar

Kicauan @JalurSma Provokasi Tawuran Pelajar

Salah satu akun media twitter diketahui menjadi provokator tawuran pelajar SMAN 109 dengan SMAN 60

Kicauan @JalurSma Provokasi Tawuran Pelajar
dok. twitter
Twitter ini menjadi provokator tawuran pelajar SMAN 60 dan SMAN 90

WARTA KOTA, PASAR MINGGU - Salah satu akun media twitter diketahui menjadi provokator tawuran pelajar SMAN 109 dengan SMAN 60 di Jalan Warung Buncit pada Jumat (7/11) malam

Akun bernama @JalurSma itu digunakan para pelajar sebagai sarana mem-bully pelajar sekolah lainnya dalam hal kekerasan.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan Rara Cita (16) sepupu Andi. Dirinya menceritakan kalau akun twitter bernama Jalur SMA itu memang kerap digunakan sang admin untuk memprovokasi para pelajar, yakni dengan melempar isu, sehingga para pelajar menjadi terpancing dan saling ejek mengenai keunggulan masing-masing sekolah di jalan.

"Akun itu sekarang sudah dihapus sama adminnya. Twitter itu memang sebelumnya sempat nulis kalau SMA 60 berhasil 'nyayur' (menang-red) lawan SMA 109. Karena kepancing, mereka (pelajar-red) ejek-ejekan, sampai akhirnya mutusin buat ketemu," jelasnya saat ditemui Warta Kota di rumah Andi di Jalan F RT 09/06 Rawa Bambu I, Kel Pasar Minggu, Kec Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (13/11/2014).

Hal tersebut dibuktikannya dengan kicauan yang tertulis dalam akun @JalurSma usai tawuran terjadi sekitar pukul 11.19 WIB pada Jumat (7/11). Postingan bernama provokasi tersebut bertuliskan: #lateinfo barusanin pukul 11 malam di depan mall pejaten psycho vs sersan109 di menangkan oleh psicho... Congrats!!!

Hanya berselang satu menit usai posting diunggah, sebanyak 26 follower @JalurSma segera me-retweet postingan tersebut. Beberapa akun terlihat mendukung aksi tawuran, sementara lainnya membalas dengan penolakan. Salah satunya seperti yang disampaikan oleh akun @Boedoeters.

Dalam postingannya akun bernama I Am Boedoeters itu secara tegas mengungkapkan kekecewaan atas postingan yang dilakukan oleh @JalurSma, antara lain: "Memang twitter @JalurSma buat ajang gagah-gagahan anak sekolahan, buat mantap lokasi tawuran sampe janjian tawuran. Karena tawuran sekarang udah biasa," jelas Eko (17) pelajar salah satu SMA Swasta di Jakarta Selatan.

Sehingga, lanjutnya, kondisi sekolah kini terlihat aman dan kondusif, tidak ada aktivitas pelajar sekolah asal maupun lawan di sekitar sekolah, tetapi tawuran antar sekolah tetap terjadi. Terencananya aksi tawuran dapat dilihat dari sering terjadi tawuran di beberapa lokasi yang jauh dari masing-masing sekolah lawan.

"Kelihatan aman di permukaannya aja, tapi karena akunnya terbuka, lewat twitter masing-masing sekolah ejek-ejekan, terus janjian untuk tawuran. Mereka tentuin waktu, tempat dan jumlah pasukan, kadang-kadang juga sepakat untuk pakai tangan kosong atau senjata, tergantung kesepakatan aja," tuturnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved