Pedagang Kaki Lima

PKL Jualan di Jalur Hijau Jalan Lontar Raya, Gropet

Sejumlah PKL marak di Jalan Lontar Raya, Grogol Petamburan, dekat Jalan Tanjung Duren VI sejajar dengan Pos Polisi Sekretaris.

PKL Jualan di Jalur Hijau Jalan Lontar Raya, Gropet
Wahyu Tri Laksono
Ilustrasi : Petugas gabungan dari Satpol PP, Koramil, dan Polsek Tamansari, Senin (27/10/2014) pukul 08.00, menertibkan puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Tamansari Raya dekat Pasar Asam Reges, Jakarta Barat . 

WARTA KOTA, GROGOL PETAMBURAN - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) marak di Jalan Lontar Raya, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat dekat Jalan Tanjung Duren VI sejajar dengan Pos Polisi Sekretaris.

Pantauan Warta Kota di lokasi, Senin (10/11/2014), para PKL tersebut berjualan di atas Taman Jalur. Sehingga merusak tanaman yang berada di taman tersebut.

Para PKL tersebut menaruh barang jualannya di atas tanaman yang dibuat Sudin Pertamanan Jakarta Barat. Barang-barang yang mereka jual bervariasi mulai dari kayu-kayu serta triplek bekas, kulkas, kipas angin, dan barang elektronik rongsokan.

Ada juga yang membuka layanan jasa perbaikan alat elektronik seperti Air Conditioner (AC), kulkas, kipas angin, dan barang elektronik lainnya. Herman (33), satu di antaranya, pria warga Kampung Guji, Duri Utara, Kebun Jeruk ini mengaku sudah berjualan lama di kawasan tersebut.

"Saya udah lama jualan disini kok, ya sudah berulang kali ditertibin tapi mau gimana lagi. Enggak bisa sewa kios," ujar pria berbaju hijau kepada Warta Kota di lokasi.

Herman mengakui dengan berjualan di kawasan ini hanya membayar uang kebersihan dan keamanan sebanyak Rp 5.000. Hal itu jauh berbeda dibanding harus menyewa kios yang mencapai Rp 500.000-Rp 1.000.000 per bulannya.

"Di sini murah enggak bayar sewa cuma bayar keamanan saja. Apalagi lebih terbuka sehingga banyak warga yang bisa melihat barang-barang rongsok yang dijualnya," kata pria yang enggan mengatakan keuntungan hasil berjualan di kawasan tersebut.

Herman mengatakan, selain berjualan barang rongsok yang telah diperbaiki juga menyediakan jasa service ke rumah. Mulai dari AC, Kipas Angin, Kulkas, dan barang elektronik lainnya.

"Kami berjualan sekaligus sediakan service datang ke rumah. Tapi enggak satuan, biasanya borongan. Sekali jalan ke rumah yang mau dibetulin harus ada dua sampai tiga item. Kalau satu bawa kesini saja," kata Herman.

Pria tersebut mengaku mendapatkan barang rongsokan itu dari para pemulung yang biasa berkeliling. Ia membelinya dengan harga murah dan diperbaiki terlebih dahulu, baru kemudian dijual.

"Ya namanya barang rongsok, pasti banyak yang rusak. Mulai dari baling-balingnya, dinamo, sampai pencetannya juga rusak. Makanya saya betulin dahulu baru dijual kembali," kata Herman.

Camat Grogol Petamburan, Deny Ramdany mengatakan pihak kecamatan sudah berulang kali menertibkan para PKL tersebut. Tetapi berulang kali pula mereka kembali.

"Sepanjang tahun ini sudah 4 kali bahkan lebih saya tertibkan. Tetapi mereka balik lagi, alasannya gara-gara kampungnya kebakaran sebulan yang lalu," ujar Deny saat ditemui di kantornya, Senin petang.

Deny mengatakan, karena alasan mereka seperti itu jadi untuk saat ini belum akan menertibkan para PKL tersebut. Tetapi yang jelas akhir tahun akan ada penertiban untuk di wilayah Grogol Petamburan, termasuk para PKL yang ada di Jalan Lontar Raya tersebut. (Wahyu Tri Laksono)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved