Liga Super Indonesia

Tidak Gentar Hadapi Mutiara Hitam

Gelandang Persib Bandung asal Mali, Makan Konate (22) tidak gentar bertemu Persipura Jayapura,

Tidak Gentar Hadapi Mutiara Hitam
Warta Kota/Antara/rosa panggabean
Pesepak bola Persib Bandung, Makan Konate mengacungkan tangan usai Persib Bandung memenangi pertandingan melawan Arema Cronus dalam semifinal ISL 2014 di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang-Sumatera Selatan, Selasa (4/11). Persib menang dengan skor 3-1. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Gelandang Persib Bandung asal Mali, Makan Konate (22) tidak gentar bertemu Persipura Jayapura, lawan yang bakal mereka hadapi pada final Liga Super Indonesia di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Jumat (7/11) malam. Konate tampil cemerlang dan ikut menyumbang satu gol sewaktu Persib melahap Arema Cronus 3-1 pada semifinal, Selasa (4/11) di stadion yang sama.

Di strata Liga Indonesia, Persipura merupakan juara bertahan. Namun, tim berjuluk Mutiara Hitam itu baru saja ditinggal pelatih kepala Jacksen F. Tiago. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi racikan strategi di atas lapangan.

Meski demikian, ketangguhan mental pemain Mutiara Hitam sudah teruji selepas menghentikan perlawanan tetangga Persib, Pelita Bandung Raya (PBR) 2-0 pada partai semifinal lainnya. Dua gol PBR diciptakan kapten, Boaz Solossa.

"Saya melihat permainan Persipura sedikit kemarin sebelum pertandingan. Tapi jangan takut untuk menghadapi Persipura karena di lapangan kami tetap bertanding sebelas melawan sebelas. Saya percaya Persib, saya harap kami bisa meraih kemenangan atas Persipura," ujar Konate ketika ditemui di Hotel Aston Palembang, dilansir simamaung.com, Rabu (5/11).

Sementara itu, manajer Persib Umuh Muchtar berharap timnya bisa menuntaskan tugas dengan menjadi juara Liga Super Indonesia (ISL). "Saya meminta kepada pemain untuk menunjukan kepada publik, Persib memang pantas menjadi juara musim ini. Kami memiliki modal yang bagus, yaitu semangat, motivasi, dan dukungan dari suporter Persib," kata Umuh kepada Super Ball.

Dari kubu Arema, gelandang sekaligus kapten Arema, Ahmad Bustomi, mengakui keunggulan Persib dalam memanfaatkan sisa waktu pertandingan. Meski banyak ditekan di awal pertandingan, Persib akhirnya bisa mencuri gol melalui proses tendangan penjuru.

"Sebelum terjadinya gol balasan dari Persib sebenarnya kami menguasai pertandingan dan terlihat Persib dalam tekanan. Beruntung mereka bisa memaksimalkan situasi set piece tendangan pojok dan mampu menyamakan kedudukan. Setelah itu mental mereka terangkat dan di kami juga mulai hilang konsentrasi," ujarnya. (get/eko)

Penulis: Sigit Nugroho
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved