Pedagang Kaki Lima

PKL Kembali Kuasai Jalan di Stasiun Kota Arah Jembatan Batu

Para PKL kembali menguasai jalan yang berada di sisi barat Stasiun Kota. Mereka berjualan di jalan yang berada di dalam dan di luar pagar.

PKL Kembali Kuasai Jalan di Stasiun Kota Arah Jembatan Batu
Wahyu Tri Laksono
Pedagang kaki lima (PKL) di Stasiun Jakarta Kota (Beos) 

WARTA KOTA, TAMANSARI - Para Pedagang Kaki Lima (PKL) kembali kuasai Jalan yang berada di sisi barat Stasiun Jakarta Kota (Beos). Mereka berjualan di jalan yang berada di dalam pagar milik PT KAI, selain itu mereka juga berjualan di luar pagar.

Pantauan Warta Kota di lokasi, Rabu (29/10/2014) para pedagang tersebut berjualan beraneka macam minuman, aksesoris, ikat pinggang, pulsa, casing handphone, buah-buahan, pecel, dan makanan serta minuman lainnya.

Semua pedagang tersebut mengenakan payung warna warni untuk melindungi diri serta barang dagangannya dari teriknya panas matahari. Sulaiman (28) pedagang pulsa di tempat tersebut mengaku hanya membuka lapaknya bermodalkan papan triplek kecil.

Ia mengatakan dengan triplek jadi mudah jika sewaktu-waktu akan dilaksanakan penertiban. "Kami jadi mudah kabur dan beres-beres kalau cuma buka lapak kecil begini. Soalnya kalau pake etalase nanti bisa ketangkep, dan sulit kaburnya," kata pria berbaju hijau itu kepada Warta Kota, Rabu (29/10/2014).

Dirinya memang kerap berjualan di tempat ini sedari pagi hingga malam menjelang. Pasalnya tempat ia berjualan tempat lalu lalang pengguna kereta maupun transjakarta.

"Ya lumayan rame mas, makanya saya buka dari pagi sampai malam di sini. Soalnya banyak orang lewat," tutur pria yang enggan menyebutkan penghasilannya per hari itu.

Sementara, Rere (29) penjual minuman mengaku terpaksa berjualan di kawasan tersebut. Pasalnya ia kerap kali terjaring razia, tetapi tak kapok berjualan.

"Saya emang sudah lapaknya di sekitaran sini aja. Enggak jualan kemana-mana. Paling kalau jualan diatas ditertibin, saya pindah jualan ke tempat penyeberangan orang (TPO) yang di bawah tanah. Udah muter-muter aja dikawasan ini," ucap Ibu berbaju biru itu.

Ia mengaku pernah berjualan di kawasan taman Fatahillah tetapi karena ada penertiban, terpaksa mencari tempat baru lagi. Kemudian dirinya, mencoba peruntungan berjualan di sekitar Stasiun Kota, saat ditertibkan ia kemudian mencoba kembali peruntungannya di TPO.

"Yah begitu saja, kucing-kucingan. Kalau enggak begitu enggak bisa bertahan hidup. Harus pintar-pintar sembunyi dari petugas mas," katanya. (Wahyu Tri Laksono)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved