Minum Teh Kalah Gengsi dari Kopi, Petani Teh Merana

Minum teh saat ini adalah suatu hal yang biasa dan kita bisa temui sehari-hari. Tahukah, bahwa minum teh adalah tradisi khusus bangsawan.

Minum Teh Kalah Gengsi dari Kopi, Petani Teh Merana
Warta Kota/Lucky Oktaviano
Tradisi minum teh saat ini telah luntur. Kebanyakan masyarakat minum teh dalam kemasan. Hal ini memengaruhi nasib petani teh lokal. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Minum teh saat ini adalah suatu hal yang biasa dan kita bisa temui sehari-hari. Tahukah Anda bahwa minum teh adalah tradisi para bangsawan zaman dahulu kala.

Tradisi minum teh awalnya hanya milik kalangan bangsawan. Namun lihatlah kini, minum teh bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, dan oleh siapa saja. Dari kelas warung kaki lima sampai hotel berbintang bisa Anda temui minuman teh.

Di Inggris yang saat ini terkenal dengan acara minum tehnya, baru mengenal teh setelah warga New Amsterdam sebagai masyarakat peminum teh.

Sampel teh pertama mencapai Inggris pada kurun waktu 1652-1654. Namun teh dengan cepat menjadi minuman yang sangat populer, sehingga menggantikan peran ale--semacam bir--sebagai minuman tradisional Inggris. Bahkan hingga kini Inggris dikenal sebagai bangsa dengan budaya minum tehnya.

Di Indonesia teh pertama kali dikenal pada tahun 1686 yaitu ketika Dr Andreas Cleyer yang berkebangsaan Belanda membawa tanaman ini ke Indonesia sebagai tanaman hias.

Pada tahun 1728 pemerintah belanda mulai membudidayakan tanaman ini, terutama di Pulau jawa dengan mendatangkan biji-biji teh dari China. Sejak itu dimulailah kebiasaan minum teh.

Tahun 1826 tanaman teh berhasil ditanam melengkapi Kebun Raya Bogor dan pada 1827 di Kebun Percobaan Cisurupan, Garut, Jawa Barat.

Berhasilnya percobaan skala besar di Wanayasa (Purwakarta) dan di Raung (Banyuwangi) membuka jalan bagi Jacobus Isidorus Loudewijk Levian Jacobson, seorang ahli teh, menaruh landasan bagi usaha perkebuan teh di Jawa.

Teh dari Jawa tercatat pertama kali diterima di Amsterdam tahun 1835. Teh jenis Assam mulai masuk ke Indonesia (Jawa) dari Srilanka tahun 1877, dan ditanam oleh RE Kerkhoven di Kebun Gambung, Jawa Barat.

Dengan masuknya teh Assam itu ke Indonesia, secara berangsur tanaman teh China diganti dengan teh Assam. Sejak saat itu perkebunan teh di Indonesia berkembang luas. Tahun 1919 mulai dibangun perkebunan teh di daerah Simalungun, Sumatera Utara. 

Halaman
12
Penulis: Lucky Oktaviano
Editor: Lucky Oktaviano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help