Inilah Perbedaan IKEA dan Courts Megastore

IKEA dan Courts Megastore baru saja beroperasi di Indonesia. Satu di Alam Sutera dan lainnya di Bekasi

Inilah Perbedaan IKEA dan Courts Megastore
Kompas.com
Salah satu sudut ruang pajang di IKEA 

WARTA KOTA, PALMERAH - Dua raksasa pengecer asing, IKEA dan Courts Megastore, sudah membuka "tentakel"-nya di Indonesia, tepatnya di Alam Sutera, Serpong, dan Kota Harapan Indah Bekasi, dalam waktu tak terpaut jauh.

IKEA beroperasi mulai tanggal 15 Oktober 2015, sementara Courts Megastore pada 18 Oktober 2014.

Selain itu, keduanya mempunyai kesamaan, yakni sama-sama berasal dari daratan Eropa, satu asal Swedia, lainnya dari Inggris. Corporate colour atau warna perusahaannya pun tak jauh beda, untuk tidak dikatakan identik, yakni didominasi warna biru dan kuning.

Lantas bagaimana konfigurasi dan profil pengunjungnya? Apakah sama juga atau justru berbeda?

Selama dua hari, Kompas.com berkesempatan memantau langsung kedua gerai furnitur dan kelontong tersebut serta mewawancarai sejumlah pengunjung yang datang pada hari pertama pembukaan.

Terdapat perbedaan diametral profil pengunjung kedua gerai ini. Di antaranya adalah pengunjung Courts didominasi oleh keluarga (family). Sementara pengunjung IKEA sebagian besar merupakan pasangan dan keluarga muda, bahkan tak sedikit yang masih mahasiswa atau pelajar.

Perbedaan lainnya yang mencolok adalah, konsumen IKEA sudah mengenal produk-produk dan desain yang ditawarkan. Sementara pengunjung Courts masih belum memahami diferensiasi produk yang ditawarkan dengan toko lainnya.

"Saya datang ke IKEA dua kali. Pagi jam 10.00 dan sore sekitar pukul 15.00. Saya tahu IKEA sejak lama dan sering beli barang di IKEA Singapura, Malaysia, dan Thailand. Jadi saya tahu banget produk IKEA seperti apa. Selain itu, di sini ada produk yang saya butuhkan," beber Ira Suci, warga Lippo Karawaci yang hobi menata interior, Rabu (15/10/2014).

Hal senada dikatakan Ratna yang bekerja di Allianz Tower, Kuningan, Jakarta. Menurut dia, desain IKEA unik, kreatif, dan lucu-lucu. Selain itu, harganya pun terhitung kompetitif. "Saya beli pernak-pernik dapur senilai Rp 1 juta," ujarnya.

Sementara Wulan (38), salah seorang pengunjung Courts, mengaku penasaran saat melihat Courts yang ramai. Padahal, ia hanya berniat pergi ke toko kelontong, yang letaknya bersebelahan dengan Courts.

Halaman
12
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help