Properti

Perumnas Tetap Optimistis Meski Tren Properti Turun

Situasi saat ini menjadikan banyak pengembang resah. Tapi, kita memprediksi 2015 awal akan naik.

Perumnas Tetap Optimistis Meski Tren Properti Turun
Kompas.com
Dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Kamis (20/3/2014), Direktur Perumnas Himawan Arief mengungkapkan bahwa menyongsong ulangtahun Perum Perumna ke-40, perusahannya akan berganti citra dan memperbaiki diri. Salah satunya, lewat 27 proyek strategis yang akan efektif berjalan tahun ini. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Bisnis properti di Indonesia tengah mengalami penurunan pertumbuhan pada tiga tahun terakhir. Penurunan angka itu membuat banyak pengembang khawatir. Namun begitu, Perum Perumnas menyikapi dengan optimistis, bahwa akan ada peningkatan pertumbuhan properti mulai tahun depan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Perumnas Himawan Arief pada jumpa pers Rapat Koordinasi Nasional Penyusunan Prognosa 2014 & RKAP 2015 'Peran perumnas dalam Pembangunan Perumahan dan Permukiman di Indonesia' di Kantor Perumnas, Kamis (16/10/2014).

"Situasi saat ini menjadikan banyak pengembang resah. Tapi, kita memprediksi 2015 awal akan naik," ujar Himawan.

Dia menuturkan, situasi politik yang stabil diharapkan berpengaruh terhadap perbaikan iklim usaha di sektor properti, khususnya bagi kalangan menengah ke bawah. Pasalnya, kebutuhan perumahan masih besar, sedangkan penyediaan atau pasokannya cenderung sedikit.

Direktur Pemasaran Perumnas, Muhammad Nawir, membenarkan hal tersebut. Menurut dia, ada penurunan angka pertumbuhan perumahan.

"Tren pertumbuhannya memang mengalami perlambatan di tiga tahun terakhir, itu terjadi mulai 2011," ujar Nawir.

Dia menyebutkan, menurut data Bank Indonesia pada 2011 hingga 2012, pertumbuhan properti sempat naik dari 15 persen menjadi 38 persen. Sementara itu, pada 2013 angka pertumbuhannya turun menjadi 24,7 persen.

"Puncaknya tahun ini, angka pertumbuhan properti di Indonesia hanya 18 persen. Tren ini meliputi apartemen dan rumah kecil untuk menengah ke atas," katanya.

Namun begitu, Nawir mengaku yakin akan ada peningkatan angka pada sektor properti di Indonesia, terutama bagi Perumnas.

"Perumnas, market sale-nya masih 2,5 persen pada tingkat nasional. Artinya, ruang tumbuhnya besar," sebut Nawir.

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved