Properti

Duit Cekak tapi Ingin Tinggal di Serpong? Ini Dia Solusinya

Sudah rahasia umum bila Serpong, Tangerang Selatan, saat ini ditahbiskan sebagai salah satu kawasan mahal.

Duit Cekak tapi Ingin Tinggal di Serpong? Ini Dia Solusinya
Kompas.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, JAKARTA - Sudah menjadi rahasia umum bila Serpong, Tangerang Selatan, Banten, saat ini ditahbiskan sebagai salah satu kawasan mahal dengan potensi pertumbuhan harga tinggi. Rumah-rumah formal yang dikembangkan di Gading Serpong, BSD City, dan Alam Sutera, umumnya dibanderol dengan harga di atas Rp 2 miliar.

Demikian halnya dengan harga tanah yang meroket cepat hingga menembus angka Rp 17 juta per meter persegi di kawasan komersial dan Rp 10 juta per meter persegi di area perumahan. Kondisi tersebut semakin menjauhkan panggang penghasilan masyarakat kebanyakan yang terbatas dari api impian memiliki rumah layak huni.

Namun, Anda yang termasuk kategori masyarakat berpenghasilan terbatas jangan khawatir. Karena sekarang, banyak pengembang yang menggarap pasar menengah-menengah dan menengah bawah melalui produk apartemen dengan harga terjangkau.

Bahkan, satu di antara pengembang tersebut menawarkan skema pembiayaan yang memudahkan konsumen mendapatkan hunian idamannya dengan cepat. Adalah PT Prioritas Land yang mengajak masyarakat menabung untuk membeli apartemen.

Dengan menabungkan dananya sebesar Rp 3 juta setiap bulan, masyarakat bisa memiliki satu unit apartemen K2 Park yang saat ini sudah menembus angka Rp 450 juta hingga Rp 800 juta per unit. K2 Park sendiri adalah kawasan mixed use atau superblok yang terdiri dari satu pusat pendidikan, empat menara apartemen, satu menara hotel, serta pusat ritel dan kuliner.

Konsumen hanya harus menyediakan uang muka sebesar 50 persen dari harga jual dan itu bisa dicicil lima kali. Bedanya dengan KPA atau KPR, konsumen tidak perlu melalui birokrasi rumit dan tanpa bank checking, karena semua langsung diurus oleh pengembang.

Pada bulan keenam, setelah uang muka lunas, konsumen tinggal menabung Rp 3 juta setiap bulannya selama 10 tahun. Selama angsuran itu, apartemen sudah bisa disewakan.

Selain PT Prioritas Land, pengembang lain yang membangun apartemen dengan harga kompetitif adalah PT Summarecon Agung Tbk. Pengembang dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 16,66 triliun ini akan membuka apartemen dua menara dengan harga terendah Rp 300 juta. Apartemen murah tersebut berlokasi di kawasan central business district (CBD) Summarecon Serpong.

Demikian halnya dengan PT Paramount Enterprise International Land yang akan melepas apartemen di kawasan CBD-nya. "Selain klaster landed house yang merupakan produk terakhir yang akan dikembangkan tahun 2015 mendatang, kami juga akan membangun apartemen dengan kisaran harga yang dapat dijangkau kalangan menengah," ujar Sekretaris Perusahaan PT Paramount Enterprise International, Esther Yuanita.

Kawasan Serpong, kata Esther, sangat diminati profesional dan keluarga muda. Pasalnya, Serpong sudah berubah dan tumbuh menjadi kawasan paling lengkap dengan berbagai fasilitas dan infrastruktur yang sangat dibutuhkan profesional dan keluarga muda.

"Jadi, sekarang Serpong tidak lagi didominasi kalangan mapan saja, melainkan sudah dilirik profesional, dan keluarga muda. Jadi, kami tak ragu mengeluarkan produk baru dengan harga di bawah Rp 1 miliar seperti La Bella @ Arcadia," tutur Esther.

Sementara, Pohon Group melalui PT Ponon Artha Makmur, menggarap TreePark Apartments and Commercial. Apartemen ini dipatok senilai Rp 15 juta per meter persegi atau Rp 348 juta untuk tipe studio ukuran 22 meter persegi dan Rp 800 juta untuk tipe tiga kamar tidur.

Presiden Komisaris Pohon Group, Harry Budi Hartanto, mengatakan, kelas menengah di Indonesia adalah generator utama mesin bisnis para pengembang. Merekalah yang membuat bisnis properti terus berputar dan menunjukkan pertumbuhan.

"Kami melihatnya sebagai peluang yang sangat bagus. Membangun properti vertikal atau apartemen dengan harga affordable. Apartemen dengan harga terjangkau, sangat diminati kelas masyarakat menengah. Pasar sekarang sudah teredukasi dengan baik, daya beli terus tumbuh. Mereka menerima produk kami dengan baik," papar Harry.

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved