Polisi: Kasus Pidana Fatimah Harus Menunggu Perdata

Kami belum bisa meningkatkan status terlapor maupun memproses pidana ini lebih lanjut, kata Sutarmo.

Polisi: Kasus Pidana Fatimah Harus Menunggu Perdata
Kompas.com/Andri Donnal Putera
Fatimah (90), ibu delapan anak, digugat oleh anaknya sendiri, Nurhana, dengan tuduhan penggelapan sertifikat dan memasuki pekarangan rumah orang tanpa izin. Fatimah juga dituntut membayar ganti rugi sejumlah Rp 1 miliar. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Kasat Reskrim Polrestro Tangerang, Ajun Komisaris Besar Sutarmo pada Rabu (8/10) membenarkan pihaknya sudah memeriksa nenek Fatimah (90) terkait pelaporan dugaan kasus penggelapan sertifikat dan memasuki properti tanpa izin.

"Kasus pidananya sudah kami tangani. Berikutnya kami akan kumpulkan barang-barang bukti terkait tuduhan kepada terlapor, mulai dari sertifikat yang dipalsukan, sampai kemungkinan kerugian yang diderita," kata Sutarmo.

Namun, kata Sutarmo, saat ini pihaknya hanya bisa melakukan sebatas penyelidikan dasar. "Kami belum bisa meningkatkan status terlapor maupun memproses pidana ini lebih lanjut," kata Sutarmo.

Hal tersebut, kata Sutarmo, karena Fatimah tengah menjalani sidang perdata di Pengadilan Negeri Tangerang. "Berdasarkan peraturan MA, kalau ada orang yang dipidanakan dan tengah menjalani kasus perdata, maka kasus perdatanya harus selesai dulu," kata Sutarmo.

Jika kasus perdata sudah selesai, lanjut Sutarmo, barulah polisi bisa melanjutkan kasus pidana ke tingkat penyidikan. "Kami juga belum bisa tentukan pasal apa yang bisa menjerat terlapor," kata Sutarmo.

Penulis: Banu Adikara
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved