Jalan Tol

Wow, Perbaikan Tol Cikampek Serap Rp100 Miliar

Perbaikan tol Cikampek tidak bisa dikerjakan secara cepat dan masif karena kondisi lalin ruas Cikampek sangat padat

Wow, Perbaikan Tol Cikampek Serap Rp100 Miliar
Kompas/Raditya Mahendra Yasa
Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek saat diperbaiki. 

WARTA KOTA, PALMERAH - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkirakan untuk melakukan perbaikan secara rutin Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada tahun ini diperkirakan menyerap hingga Rp100 miliar guna meningkatkan pelayanan ruas tersebut dari waktu ke waktu.

"Kami perbaiki secara rutin untuk peningkatan layanan seperti penggantian lampu konvensional dengan LED, pagar, pembangunan median jalan, penambalan lubang-lubang, pelapisan kembali jalan tol pada dua jalur, baik dari sisi A (arah Cikampek) dan B (arah Jakarta). Kami juga perbaiki bukan hanya menjelang kenaikan tarif," kata General Manager PT Jasa Marga Tbk, Tol Jakarta-Cikampek Yudhi Krisyunoro saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Yudhi menjelaskan untuk perbaikan pagar menelan investasi sekitar Rp8 miliar, sedangkan pelapisan kembali Rp80 miliar serta lampu dan median jalan dengan beton menelan investasi Rp8 miliar serta perbaikan pagar jalan Rp8 miliar sehingga secara keseluruhan sekitar Rp100 miliar.

Secara fisik, menurut Yudhi, untuk pelapisan kembali jalan tol arah Jakarta sudah selesai 90 persen sedangkan, untuk perbaikan arah Cikampek baru berjalan sekitar 80 persen. "Akhir tahun ini, mudah-mudahan tuntas keseluruhan. Sedangkan lampu-lampu, intinya untuk menghemat energi dan lebih ramah lingkungan," katanya.

Kemudian, untuk median jalan dengan beton, lanjutnya, untuk arah Jakarta sudah 100 persen, sedangkan sebaliknya, arah Cikampek masih sekitar 95 persen karena pada KM 6 dan 2, masih dalam proses penyelesaian dan diharapkan akhir bulan ini sudah tuntas.

GM Tol Jakarta-Cikampek ini, menuturkan lalu lintas harian (LHR) rata-rata untuk tol Cikampek saat ini sekitar 400 ribu kendaraan per hari dengan perkiraan kontribusi pendapatan sekitar Rp5 miliar per hari.

"Untuk transaksi di gerbang tol, kami utamakan maksimal transaksi untuk lalin yang tinggi ini, sekitar 4 detik per transaksi, sudah sesuai dengan SPM (standar pelayanan minimum)," katanya.

Mengenai penerapan teknologi modern transaksi secara elektronik maksimal 1 detik, Yudhi, memperkirakan bisa diterapkan juga untuk gerbang tol Karawang. "Kami akan coba untuk gerbang tol yang tidak terlalu padat dulu, baru setelah itu melalui uji kelayakan dapat diterapkan secara umum," katanya.

Selain itu, untuk meningkatkan layanan Jasa Marga, AVP Communication PT Jasa Marga Tbk Wasta Gunadi mengatakan, perseroan juga menyiagakan mobil derek sebanyak 24 unit, padahal sesuai standar cukup lima unit saja.

Demikian juga, mobil penolong dalam kondisi darurat (rescue unit) untuk satu ruas semestinya satu, tetapi disediakan dua unit. "Kalau derek aturannya setiap lima km satu, mestinya jadi minimal 14 derek, tapi disiapkan 24 unit. Begitupun patroli, per 15 km harusnya satu, atau minimal lima unit, kita juga sediakan 8 unit," kata Wasta.

Selain itu, Wasta Gunadi menuturkan, perbaikan tol Cikampek tidak bisa dikerjakan secara cepat dan masif karena kondisi lalin ruas Cikampek sangat padat termasuk kendaraan berat. "Waktu pengerjaanya sempit, karena trafiknya padat. Jangankan sehari, satu jam saja pengguna tak sabar," katanya. (Antara)

Editor: Andy Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved