WartaKota/

Tips Kesehatan

Orang Minang Lebih Banyak Kena Kolesterol Dibandingkan Orang Sunda

Orang Minang lebih berpotensi terkena kolesterol ketimbang Orang Sunda. Ini alasannya.

Orang Minang Lebih Banyak Kena Kolesterol Dibandingkan Orang Sunda
www.obat.in
Kolesterol

WARTA KOTA, PALMERAH— Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai etnik yang memiliki pola makan berbeda. Data menyebutkan bahwa prevalensi hiperkolesterolemia lebih tinggi secara bermakan pada etnik Minangkabau sebesar 59,21 persen, ketimbang etnik Sunda yakni 43,84 persen.

Hal itu terjadi karena konsumsi asam lemak jenuh orang Minang tinggi dibanding etnik Sunda. Menurut Guru Besar Tetap Ilmu Epidemologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr Ratna Djuwita Hatma, MPH, kebiasaan warga Minang yang mengonsumi santan membuat mereka rentan terkena kolesterol tinggi. Sebab santan kaya asam lemak jenuh. Sedangkan etnik Sunda terlihat lebih banyak yang mengkonsumsi makanan kaya asam lemak tidak jenuh, yakni tempe, tahu bersama sayuran.

"Orang Minang itu mengonsumsi sayuran dan ikan pun bersama santan. Santan, daging, dan ayam merupakan makanan kaya asam lemak jenuh. Di antara santan, daging, dan ayam, santan memiliki asam lemak jenuh yang tinggi, sedangkan kacang-kacangan, tempe dan tahu kaya akan lemak tak jenuh," katanya di UI Depok, Kamis (25/09/2014).

Menurut Ratna, tingginya konsumsi makanan yang mengandung asam lemak jenuh menyebabkan terserang penyakit kardiovaskular (jantung koroner, hipertensi, dan stroke).

"Upaya yang harus dilakukan agar terhindar dari penyakit kardiovaskular mengonsumsi makanan sehat, berolahraga, tidak merokok dan meminum-minuman alkohol," paparnya.

Penulis: Dody Hasanuddin
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help