Piala Eropa

Kisah Janmaat yang Bikin Menir Belanda Keok

Kekalahan itu sekaligus mencoreng wajah pelatih Belanda, Guus Hiddink.

Kisah Janmaat yang Bikin Menir Belanda Keok
Warta Kota/Dailymail
Ekspresi Daryl Janmaat (paling kiri) yang menjadi biang kekalahan Belanda. 

WARTA KOTA, PRAHA - Satu poin di depan mata timnas Belanda lenyap. Pangkal persoalannya adalah kesalahan elementer yang dibuat bek sayap, Daryl Janmaat sehingga membuahkan kekalahan 1-2 dari Republik Ceko, pada laga pembuka grup A babak kualifikasi Piala Eropa 2016 di Stadion Generali Arena, Praha-Ceko, Rabu (10/9).

Blunder Janmaat terjadi di menit ke-90+1 ketika skor sama kuat, 1-1. Pemain yang memperkuat Newcastle United itu berusaha menghalau umpan silang pemain lawan. Namun, sundulannya justru mengecoh kiper Belanda sekaligus rekan setimnya, Jasper Cillessen.

Bola sundulan membentur tiang dan memantul kembali sebelum dicocor Vaclac Pilar. Gol tersebut membuat gol penyeimbang yang diciptakan Stefan de Vrij di menit ke-55, sia-sia. Sebelumnya, Ceko mencetak gol pertamanya di menit ke-21 lewat tendangan, Borek Dockal dari luar kotak penalti.

"Ini pukulan telak. Saya (sebenarnya) ingin menyundul bola ke belakang. Sebelumnya, saya telah melakukannya dua kali sehingga timbul rasa percaya diri. Sayang, bola pergi ke arah yang salah," kata Janmaat dilansir Voetbal Primeur.

"Bola melaju terlalu kencang ke pojok gawang sehingga Jasper (Cillessen) tidak mampu menangkapnya. Bola tidak tepat sasaran dan kemudian mereka mencetak gol," tambah Janmaat.

Kekalahan itu sekaligus mencoreng wajah pelatih Belanda, Guus Hiddink. Hiddink kini tercatat sebagai pelatih pertama yang menelan kekalahan beruntun dalam dua laga awal bersama Belanda rezim awalnya tahun 1995. Selain itu, Ceko juga merusak laga ke-40 Hiddink sebagai pelatih Oranye yang memiliki rekor 22 kemenangan, delapan seri, dan sepuluh kali kalah. Wajar jika Hiddink bereaksi sangat 'panas'. Sesi konferensi pers yang melibatkan Hiddink seusai pertandingan pun terlambat berlangsung.

"Saya begitu geram dan itulah alasan mengapa saya terlambat (menggelar wawancara dengan media). Ini (kekalahan) terjadi pada detik terakhir dalam sebuah pertandingan yang seharusnya Anda tidak kalah. Kami nyaris membawa pulang hasil 1-1 sebelum diakhiri sebuah kebodohan," cetus Hiddink. (eko)

Penulis: Eko Priyono
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help