Korupsi Pengadaan Software

Pemkot Bekasi Tak Terpancing Pernyataan Kabag Telematika

Sri Sunarwati menyebut atasannya dan anggota Dewan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan software antivirus.

Pemkot Bekasi Tak Terpancing Pernyataan Kabag Telematika
Warta Kota/Ichwan Chasani
Kuasa Hukum Sri Sunarwati, Muhammad Sulaiman menunjukkan berita acara penolakan penahanan oleh kliennya. 

WARTA KOTA, BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tak akan terpancing dengan pernyataan Kabag Telematika, Sri Sunarwati yang menyebut atasannya dan anggota Dewan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan software antivirus.

"Kita lihat saja proses hukumnya, kami tidak akan gampang terpancing, mari berikan ruang dan waktu kepada penyidik untuk menyelesaikan proses hukumnya," ungkap Asisten Daerah (Asda) II Kota Bekasi,  Aceng Solahudin saat jumpa pers, Senin (8/9).

Aceng menyatakan bahwa selama penyidikan kasus tersebut, Sri Sunarwati selalu berkonsultasi dengan dirinya sebagai atasan langsung dan kepada Sekda Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji.

"Nggak hanya Bu Sri, beberapa teman yang dimintai keterangan kejaksaan juga selalu berkonsultasi. Tidak harus resmi," ujarnya.

Aceng menambahkan bahwa Sri Sunarwati tidak meminta secara langsung untuk mendapatkan bantuan hukum dari Pemkot Bekasi. "Sepanjang dibenarkan aturan, kita akan bantu, baik pribadi maupun institusi," imbuhnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Sri Sunarwati, Muhammad Sulaiman dan Iskandar mengakui bahwa mereka ditunjuk langsung oleh Sri Sunarwati sebagai kuasa hukum. "Sebenarnya ada empat orang, dua orang berhalangan hadir karena tengah mengikuti persidangan," tutur Sulaiman.

Sulaiman menegaskan bahwa tidak ada sedikitpun ruang bagi kliennya untuk melakukan korupsi. Dia juga menyatakan bahwa dari 47 pertanyaan yang diajukan penyidik saat pemeriksaan Sri Sunarwati, tak ada satu orang pun yang disebut namanya oleh kliennya.

"Selama pemeriksaan sebagai tersangka, dari 47 pertanyaan itu, nggak satu orang pun nama yang disebut klien saya. Kalau ternyata di luar disebut nama tertentu, saya kira itu luapan emosi saja," imbuhnya.

Sulaiman menyatakan pihaknya akan segera melakukan praperadilan atas penahanan itu. "Draft praperadilan itu sudah disiapkan, tapi kami belum bisa bertemu Bu Sri karena masih masa isolasi. Begitu ada persetujuan dari Bu Sri, kami akan segera ajukan," tandas Sulaiman.

Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved