Tawuran Pelajar

BREAKING NEWS: 163 Pelajar Asal Jakarta Timur Ditangkap Polisi

Aksi tawuran di wilayah Jakarta Selatan kembali terulang. Kali ini, pihak kepolisian mengamankan sebanyak 163 pelajar.

BREAKING NEWS: 163 Pelajar Asal Jakarta Timur Ditangkap Polisi
Warta Kota/adhy kelana
ILUSTRASI 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU— Aksi tawuran di wilayah Jakarta Selatan kembali terulang. Kali ini, pihak kepolisian berhasil mengamankan sebanyak 163 pelajar asal Jakarta Timur, Senin (8/9). Para pelajar ditangkap lantaran melakukan aksi tawuran di Jalan Santa, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Senin (8/9) sore.

Salah satu pelajar yang berhasil ditangkap, Septian Dwi Cahyo (28) alumni Sekolah Rahayu Mulya mengatakan, kalau aksi tawuran yang dilakukan dirinya beserta beberapa rekannya bukanlah hal yang disengaja.

Dirinya berkilah kalau aksi tersebut merupakan upaya pertahanan diri saat para pelajar SMK 29 menyerang bus Patas AC 213 yang ditumpanginya saat hendak nyekar ke rumah salah satu rekannya yang telah meninggal dunia dalam tawuran tiga tahun lalu.

"Saya cuma mau nyekar di Ciledug. Tapi tiba-tiba dihadang di perempatan Gunawarman dekat sekolah Kapal (SMK 29-red). Mau nggak mau kita turun-pertahanin diri," jelasnya.

Bersama beberapa rekannya yakni Sekolah Rahayu Mulya, Dharma Surya, Budi Warman, Tri Sastra, SMK 52, dan Supopindo Cibubur, dirinya mencoba melawan serangan SMK 29 dengan menggunakan batu dan peralatan apa saja yang didapatnya di jalan.

Tidak bertahan lama, pihak Kepolisian yang bertugas pun segera mengepung dan menggiring para pelajar masuk ke dalam truk berjeruji Polres Jakarta Selatan. Sebanyak 163 orang pelajar termasuk siswa SMK 29 berhasil dibawa menuju Polres Jakarta Selatan guna menjalani proses pendataan.

Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Nazly Harahap menduga kalau keterangan yang disampaikan Septian hanyalah modus yang digunakan para pelajar untuk berkilah. Karena diketahui beberapa orang pelajar membawa senjata tajam dan menggunakannya saat tawuran terjadi.

"Itu (senjata-red) berarti ada indikasi kalau tawuran direncanakan. Sekarang kami sudah panggil pihak guru dan orangtua, rencananya setelah didata mereka akan kami beri himbauan dan peringatan," tutupnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved