Tawuran Pelajar

Lagi, Pelajar Bacok Pelajar di Depok

Bagas Pangestu (16) pelajar SMK Baskara, Depok mengalami luka bacok di punggungnya saat dihadang kelompok pelajar lain di Sawangan.

Lagi, Pelajar Bacok Pelajar di Depok
Warta Kota/adhy kelana
ILUSTRASI - Dua kelompok siswa SMA tawuran seusai ujian nasional (UN) di Jalan Mampang Prapatan Raya, Jakarta, Rabu (18/4/2012). Tawuran yang terjadi di tengah jalan dan menggunakan berbagai sejata tajam ini berhasil dibubarkan warga sekitar dan para pengendara sepeda motor. 

WARTA KOTA, DEPOK - Bagas Pangestu (16) pelajar kelas III SMK Baskara, Depok mengalami luka bacok dipunggungnya saat dihadang kelompok pelajar lain di Jalan Raya Muchtar, RT 3/07, Sawangan, Kota Depok, Jumat (5/9/2014) sekira pukul 13.00, tak jauh dari RSUD Depok.

Bagas yang terluka dan terkapar diselamatkan oleh sejumlah tukang parkir, yang langsung membawa Bagus ke RSUD Depok.

Kapolsek Sawangan, Kompol Saderi, menuturkan dari hasil pemeriksaan dan olah TKP, diketahui bahwa peristiwa berawal saat Bagas hendak menuju ke rumah rekannya di kawasan Bojongsari, Depok dengan mengendarai sepeda motor. Saat itu, Bagas masih mengenakan baju seragam sekolah SMK Baskara.

Di Jalan Raya Muchtar, Sawangan, Bagas dihadang pelajar dari sekolah lain yang berjumlah sekitar 6 orang dan mengendarai 3 sepeda motor. "Pelaku lalu menyerang korban, dan berhasil melukai punggung korban," kata Saderi.

Setelah membacok Bagas, para pelaku melarikan diri ke arah Jalan Raya Sawangan. Sementara korban ditolong beberapa tukang parkir di sana dan langsung di bawa ke RSUD Depok yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Saderi mengatakan, dari hasil penyelidikan diduga kelompok pelajar yang menghadang Bagas dan melukainya adalah pelajar dari SMKN 2 Sawangan.

"Kami masih dalami untuk pastinya. Kepala Sekolah SMKN 2 Sawangan, sudah kami panggil dan kami mintai keterangan. Terutama untuk mengantisipasi serangan balasan," kata Saderi.

Saderi mengatakan, dari lokasi kejadian pihaknya berhasil mengamankan senjata tajam hasil modifikasi berupa lempengan besi sepanjang 60 cm yang diasah hingga tajam dan ditempelkan ke pegangan menyerupai pisau panjang.

"Diduga senjata tajam ini yang digunakan pelaku untuk melukai korban. Sajam ditinggalkan pelaku di lokasi kejadian," kata Saderi.

Saderi menyatakan, pihaknya masih mengejar pelaku pembacokan dalam hal ini. "Kami sudah memeriksa korban sebagai saksi dan Kepsek SMKN 2 Sawangan. Pelaku masih kami kejar dengan berkoordinasi dengan Kepsek SMKN 2 Sawangan," kata Saderi.

Peristiwa tawuran dan pembacokan pelajar ini merupakan yang kesekian kalinya di Depok. Dari catatan Polresta Depok, selama tahun 2014 ini ada 3 pelajar yang tewas akibat tawuran dengan pelajar lain di wilayah Depok, Jawa Barat.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help