131 Hewan Peliharan Warga Sumur Batu Di Vaksin Gratis

Sudin Peternakan dan Pertanian Jakarta Pusat menggelar vaksinasi rabies massal gratis terhadap Hewan Penular Rabies di Kelurahan Sumur Batu.

131 Hewan Peliharan Warga Sumur Batu Di Vaksin Gratis
Panji Baskhara Ramadhan
Pemprov DKI melalui Suku Dinas (Sudin) Peternakan dan Pertanian Jakarta Pusat menggelar vaksinasi rabies massal gratis terhadap Hewan Penular Rabies (HPR). Vaksinasi ini pun digelar di Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (3/9/2014). 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Dalam mengantisipasi penularan penyakit rabies dan rangka menyambut hari rabies sedunia yang jatuh pada 28 September, Pemprov DKI melalui Suku Dinas (Sudin) Peternakan dan Pertanian Jakarta Pusat menggelar vaksinasi rabies massal gratis terhadap Hewan Penular Rabies (HPR). Vaksinasi ini pun digelar di Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (3/9/2014).

Vaknisasi massal ini diperuntukkan hewan yang mudah terjangkit rabies. Seperti anjing, kucing dan kera. Pada penyelenggaraan ini dilakukan juga bertujuan mempertahankan kota Jakarta bebas Rabies.

Para petugas ini dari pihak Sudin Peternakan dan pertanian akan memberikan dua suntikan. Dua suntikan tersebut antara lain vaksin rabies dan vitamin.

Digelarnya vaksinasi rabies massal gratis tersebut, terdapat 12 dokter hewan dan empat paramedik. Para penyelamat hewan ini melakukan sistem door to door ke rumah warga.

Oktavilia (24), warga di Jalan Granat 2 ini, petugas memvaksinasi rabies, Broni, anjing peliharaan miliknya. Okta mengaku sudah delapan tahun memelihara anjing kesayangannya tersebut.

"Anjing saya ini pemberian teman sekolah saya sewaktu SMP. itu tiap hari diberi daging hati dan semur ayam. Selain itu, anjing saya gak mau makan. Saya akui saya menunggu program vaksin gratis ini. Abis di vaksin baru deh di suntik,"

Oktavilia pun menambahkan, hewan kesayangannya tersebut, dirinya tak pernah dibiarkan berkeliaran di lingkungan. Walaupun keluar rumah, ia membawa anjing berwarna coklatnya tersebut dalam kondisi dirantai.

"Ya dirantai karena biar gak kabur Broninya atau menggali taman di rumah orang," katanya.

Selain di Jalan Granat 2, para petugas juga menyambangi penduduk, yang bertempat tinggal di Jalan Intan dan Basoka 1. Menurut Kepala Seksi (Kasie) Sudin Perternakan dan Pertanian Jakarta Pusat, Hasudungan menuturkan, Kecamatan Kemayoran tepatnya di Kelurahan Sumur Batu, merupakan wilayah yang hewan peliharaannya paling banyak.

“Ya kami menurut saya kenapa dipilih wilayah Kecamatan Kemayoran terutama di Kelurahan Sumur Batu, sebab populasi hewan peliharaan banyak ditemukan di sini. Apalagi, para penduduknya banyak yang memelihara anjing dan kucing," paparnya.

Tak hanya itu, ia mengakui selain wilayah  Kemayoran, populasi hewan peliharaan banyak juga di Kecamatan Tanah Abang, tertutama di Kelurahan Bendungan Hilir. Dari wilayah Kelurahan Sumur Batu di lingkungan Kodam ini, petugas memvaksinasi rabies gratis terhadap 120 anjing, 10 kucing dan 1 musang.

"Di tempat itu petugas tidak menemukan hewan peliharaan terkena rabies. Kami berusaha untuk memperketat jalur HPR. Sebab Jakarta merupakan daerah resiko tinggi terhadap penularan rabies," katanya.

Menurutnya kembali, hal tersebut lantaran berbatasan langsung dengan daerah endemis atau tertular rabies. Seperti Provinsi Banten dan Jawa Barat.

"Jakarta menjadi Kota Bebas Rabies dan itu sudah bertahan hampir 20 tahun sejak 1995,"lanjut Hasudungan.

Hasudungan pun menjelaskan, pihaknya pun memang tidak menemukan hewan peliharaan terkena rabies di wilayah Jakarta Pusat. Walau demikian, Hasudungan tetap menghimbau bagi pemilik HPR seperti anjing, kucing dan kera agar tidak dibiarkan berkeliaran di lingkungan.

"Sebab, penyakit rabies itu ditularkan melalui gigitan dari hewan yang terinfeksi. Seperti yang kita ketahui bersama ya, ciri-ciri HPR yang terkena rabies yaitu, HPR dari tenang menjadi agresif, air liurnya berbusa, takut cahaya dan air, terakhir kulitnya sensitif," ujarnya.

Pelaksanaan vaksin rabies akan dilaksanakan selama satu bulan penuh. Sejak 26 Agustus hingga 26 Septemebr 2014 mendatang.

"Kegiatan ini sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 1995 tentang pengawasan hewan rentan rabies serta pencegahan dan penanggulangan rabies di wilayah DKI Jakarta," tutup Hasudungan. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved