Tips Kesehatan

Cukur Bulu Ketiak Bisa Picu Kanker Payudara

Citra wanita idaman persepsi para pria yang berkulit bersih, mulus, dan bebas bulu ketiak.

Cukur Bulu Ketiak Bisa Picu Kanker Payudara
istimewa
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH— Rambut yang tumbuh di ketiak sering dianggap sebagai hal memalukan serta dianggap kotor oleh sebagian orang. Citra wanita idaman persepsi para pria yang berkulit bersih, mulus, dan bebas bulu mau tak mau menuntut wanita menempuh berbagai cara demi tampil sempurna. Hal ini semakin menjadi tren kala merebaknya produk dan metode perawatan terkini di dunia kecantikan.

Pilihan utama jelas adalah mencukurnya bila Anda tak punya cukup banyak uang. Waxing menjadi alternatif lain bagi Anda yang punya cukup uang namun siap merasakan prosesnya yang terbilang sakit. Pilihan terakhir adalah laser dengan biaya mahal.

Hal ini membuat banyak wanita akhirnya bertanya-tanya, apakah semua ini diperlukan? Mengapa wanita harus mencukur bulu ketiak mereka?

Bulan April lalu, seorang fotografer merilis satu set foto wanita dengan rambut ketiak yang dibiarkan tumbuh beserta caption bertuliskan ‘Redefining Beauty’ . Foto ini mengingatkan masyarakat di Amerika dan Inggris saat perempuan justru bangga memperlihatkan rambut ketiaknya pada tahun 1915. Perkembangan tren mode busana disebut-sebut sebagai pemicu bergesernya persepsi tersebut.

Seorang professor di Amerika baru-baru ini, menawarkan nilai tambahan jika siswanya mau berpartisipasi dalam gerakan ‘anti perawatan’ bagi mereka yang berkomitmen membiarkan rambut ketiaknya tumbuh layaknya pria selama satu semester. Topik ini kerap mengundang komentar sosial dalam pandangan isu feminisme serta esensi kecantikan. Rambut ketiak selalu dikaitkan dengan rasa percaya diri saat berpenampilan.

Namun tahukah Anda, efek samping dari sering mencabuti bulu ketiak adalah memicu risiko timbulnya kanker payudara, terutama bagi para wanita?

Dr. Therese Bevers dari M.D Anderson mengungkapkan bahwa mencukur atau mencabuti bulu ketiak akan menyebabkan timbulnya luka tak kasat mata serta pori-pori yang membesar di daerah ketiak, yang berujung pada penyerapan zat kimia dan toxin dalam produk bedak, deodoran, dan krim penghilang bau ke dalam lapisan kulit. Zat anti perspirant mencegah keluarnya keringat yang mampu melunturkan toxin yang masuk, akibatnya toxin tersebut akan tertimbun di payudara dan memicu gejala kanker.

Lebih lanjut, Dr. Therese menjelaskan bahwa pada ketiak terdapat kelenjar limfa yang memudahkan transportasi racun masuk ke payudara dan organ tubuh lainnya.

Sebuah penelitian dilakukan oleh American Cancer Society terhadap para wanita di Eropa dan Amerika selama sepuluh tahun terakhir yang dilakukan sejak tahun 2002. Terdapat sebanyak 175.000 kasus kanker payudara baru yang terjadi pada wanita di Amerika yang diantaranya disebabkan kebiasaan mencukur rambut ketiak.

Para pakar kecantikan menyarankan untuk mengguntingnya saja daripada mencabut paksa menggunakan pinset atau alat waxing yang sama sekali tidak dianjutkan. Bersihkan bulu ketiak secara berkala menggunakan gunting khusus berukuran kecil. (Ridho Nugroho)

Editor: Suprapto
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved