Lho, Dimana Pintu Masuk Hutan Kota Rawa Buaya?

Hutan Taman Kota Rawa Buaya sudah diresmikan sejak Juni 2010, namun anehnya hingga kini akses masuknya belum ada.

Lho, Dimana Pintu Masuk Hutan Kota Rawa Buaya?
Warta Kota/Wahyu Tri Laksono
Hutan Kota Rawa Buaya sudah diresmikan sejak Juni 2010. Namun sampai sekarang belum ada pintu masuk menuju kawasan hutan tersebut. 

WARTA KOTA, CENGKARENG-Hutan Taman Kota Rawa Buaya sudah diresmikan sejak Juni 2010. Anehnya, hingga kini akses menuju fasilitas umum yang bisa menjadi tempat rekreasi warga masyarakat itu belum memadai.

Hutan Kota Rawa Buaya ini merupakan yang kedua di Jakarta Barat setelah Hutan Taman Kota Srengseng di Jalan H. Kelik, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat. Hutan Kota Rawa Buaya seluas 1,09 hektar dikelilingi pemukiman kumuh serta bangunan liar yang dibangun di atas lahan milik negara.

Berdasarkan pantauan Warta Kota di lokasi yang terletak di Jalan Outer Ring Road, Cengkareng Timur, persis di belakang Gedung Orang Tua, hutan tersebut tak memiliki akses pintu masuk. Tempatnya pun terisolasi. Jika ingin berkunjung ke tempat tersebut mesti jalan memutar cukup jauh melalui jalan rusak dan permukiman kumuh.

Menurut Erni (60), warga yang rumahnya berada di sebelah timur kawasan hutan, sudah cukup lama hutan itu dibangun.

"Tempatnya juga asyik, saya sesekali masuk ke dalam, adem kalau siang kesitu," tutur ibu yang membuka warung di rumahnya, Selasa (19/8/2014).

Erni menambahkan, tempat tersebut kekurangannya hanya satu, yakni tak punya pintu masuk. Pintunya masih ditutupi pagar seng sehingga jika warga sekitar ingin masuk harus menelpon petugas keamanan hutan tersebut.

Odjo (40), pengawas di Hutan Kota Rawa Buaya mengatakan, hutan itu memang belum memiliki akses jalan dan pintu masuk yang pasti.

"Belum ada akses pintu yang pasti, nantinya akan lewat rumah penduduk atau akan lewat jalan dibelakang Gedung OT ini. Tapi yang saya tahu katanya dari belakang Gedung OT ini nantinya," tuturnya di lokasi.

Karena tak memiliki pintu masuk, lanjut Odjo, hutan kota tersebut belum juga dibuka untuk umum.

"Sebenarnya tempat ini nggak tertutup. Nantinya bakal dibuka untuk masyarakat. Berhubung belum ada akses jalannya makanya sementara seperti ini dulu," ujar pria warga Rawa Buaya itu.

Odjo menjelaskan, hutan yang dibangun dengan luas sekira 1,09 hektar tersebut sedang ditanami berbagai tanaman produktif seperti rambutan, mangga, dan durian serta tanaman pelindung seperti kenari dan mahoni.

"Kawasan ini dulunya sawah dan dibangun hutan memang diperuntukkan untu RTH serta serapan air. Tetapi nantinya untuk warga rekreasi juga. Pokoknya sebentar lagi dibuka tinggal tunggu SK-nya turun," ungkapnya.

Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help