Jangan Sebut Bus Murah, Kalau Bayarnya Sampai Dua Kali

Para penumpang Transjakarta mengeluhkan kewajiban harus membayar tiket dua kali untuk Transjakarta

Jangan Sebut Bus Murah, Kalau Bayarnya Sampai Dua Kali
Kompas.com
Ilustrasi bus APTB. 

WARTA KOTA, HARMONI - Mulai  Jumat (1/8/2014), Unit Pengelola Transjakarta tidak lagi melayani pembelian karcis Kopaja AC, Angkutan Perbatasan Terintergrasi Busway (APTB) dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) yang masuk jalur khusus Transjakarta.

Penumpang yang ingin naik BKTB dan APTB, wajib membeli tiket Transjakarta di koridor busway Rp 3.500. Selain itu, ketika sudah di bus membayar lagi Rp 5.000, alhasil para penumpang menjadi bayar dua kali dengan total Rp 8.500.

Penumpang yang dari Halte Busway koridor I, tepatnya di halte Harmoni Central, beberapa dari mereka mengeluh lantaran membayar dua kali. Mereka menyalahkan pihak Transjakarta  tidak bijak.

"Ngapain disebut - sebut bus murah kalau bayarnya sampai dua kali. Malah kalau ditotal sampai  Rp 8.000-an gitu, halaah," ketus Herman (41) warga Tangerang ini.

Ia juga menuturkan, terkadang menggunakan APBT akan adanya penggunaan e-tiket dan wajib membayar lagi, dirinya merasa akan lebih baik menggunakan kendaraan sendiri.

"Kasihan mas warga pengguna bus murah ini, malah jadi berpaling balik lagi ke kendaraan mereka sendiri. Jangan menyesal kalau Jakarta makin macet lagi," terang pria bertubuh kecil ini.

Ia kembali menuturkan protesnya mengenai diharuskannya menggunakan e-ticket. Ia memprotes harga e-ticket yang harganya mencapai Rp 50.000

"Mas kalau harga e-ticket Rp 50.000, siapa yang mau beli. Masyarakat juga kalau lihat harga begitu mending dia beli bensin buat kendaraan dia sendiri," katanya.

Senada dengan Ratna (61) warga Ciputat, ia mengaku sering menggunakan APTB, Kopaja AC, bahkan BKTB. Namun menurutnya amatlah ribet dirinya harus membayar hingga dua kali.

"Saya juga bingung, apa-apa serba bayar terus ya. Kapan nyamannya masyarakat Jakarta," katanya.

Menurutnya kembali, dengan dihapuskannya penjualan tiket APTB maupun BKTB membuatnya dirinya pun berat di ongkos. Dirinya pun tak setuju jika sampe membayar dua kali kalau ingin naik bus APTB maupun BKTB

"Kalau bisa buat kebijakan untuk masalah penghapusan tiket, dipikir-pikir dulu soal kantong warga. Ga selamanya selalu bawa uang lebih. Sosialisasinya menurut saya pihak transjakarta masih kurang," tuturnya.

Penumpang Kopaja AC, Kopami, APTB, ataupun BKTB bisa membeli tiket langsung ketika sudah berada di dalam bus. Sebelumnya, penumpang hanya membayar tiket BKTB dan APTB di loket Transjakarta. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved