Mudik Lebaran 2014

Hingga H-3 Lebaran, 198 Tewas Kecelakaan

Tiga hari menuju Hari Raya Idul Fitri 2014 tercatat 198 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di sejumlah wilayah di Indonesia.

Hingga H-3 Lebaran, 198 Tewas Kecelakaan
Warta Kota/Gopis Simatupang
Antrean kendaraan di Pelabuhan Merak, Jumat (25/7/2014). 

WARTA KOTA, MERAK - Tiga hari menuju Hari Raya Idul Fitri 2014 tercatat 198 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di sejumlah wilayah di Indonesia.

Seperti sebelum-sebelumnya, korban kecelakaan didominasi oleh pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Hal itu disampaikan Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi PT Jasa Raharja, Wahyu Wibowo, saat meninjau kesiapan posko mudik di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Jumat (25/7/2014).

"Data kecelakaan yang masuk saat ini dari H-7 sampai H-3 yang meninggal saja 198 orang, sementara yang luka-luka 687 orang," ungkap Wahyu.

Dikatakan Wahyu, sekitar 70 persen korban kecelakaan merupakan pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Pemerintah memperkirakan pada musim mudik tahun ini bakal ada 19,3 juta orang pulang ke kampung halaman masing-masing menggunakan transportasi umum atau meningkat sekitar 3,8 persen dibandingkan tahun lalu. Meski demikian, jumlah pemudik motor diprediksi tetap tinggi.

Karena itu, Wahyu mengimbau masyarakat yang ingin mudik agar berpikir ulang naik motor. Pasalnya, dari 3.500 angka kasus kecelakaan mudik tahun lalu, 70 persen di antaranya menimpa pemudik 'kuda besi'.

"Penyebabnya macam macam, ada yang kelelahan tahu-tahu jatuh dan ditabrak dari belakang. Ada juga yang saling senggolan di antara mereka sendiri atau dengan kendaraan besar," bilang Wahyu.

Selain itu, tambahnya, banyak pemudik motor yang jalannya ngebut sehingga berpotensi celaka.

Bayar santunan

Berdasarkan data, PT Jasa Raharja hingga Juni tahun ini telah membayarkan santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas jalan dan penumpang umum. Termasuk kasus kecelakaan di darat, laut, sungai, danau dan udara.

Santunan yang dibayarkan antara lain sebesar Rp 375 miliar untuk korban meninggal dunia, Rp 188 miliar bagi korban luka-luka, Rp 10 miliar untuk korban yang menderita cacat, dan Rp 629 juta santunan penguburan. Total uang yang dibayarkan PT Jasa Raharja Rp 574 miliar.

Sebagai pembanding, pada periode yang sama tahun lalu PT Jasa Raharja membayar Rp 411 miliar untuk korban meninggal dunia, Rp 214 miliar bagi korban luka-luka, Rp 12 miliar untuk korban yang menderita cacat, dan Rp 598 juta santunan penguburan. Total uang yang dibayarkan PT Jasa Raharja Rp 637 miliar.

Dengan menurunnya besaran uang yang dibayarkan perusahaan berbentuk BUMN itu, dapat disimpulkan angka kecelakaan menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2013.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Lucky Oktaviano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help