WartaKota/

Cegah Banjir, Waduk Melati Akan Dipasang Pompa Air dan Sheet Pile

Diharapkan pemasangan pompa air untuk peningkatan kapasitas Waduk Melati sebagai area tangkapan air dapat ditingkatkan

Cegah Banjir, Waduk Melati Akan Dipasang Pompa Air dan Sheet Pile
Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha
Petugas mengeruk Waduk Melati di Jakarta Pusat, Selasa (6/5/2014). 

WARTA KOTA, BALAI KOTA - Tempat penampungan air supaya wilayah Bunderan Hotel Indonesia (HI), Tanah Abang Jakarta Pusat, yaitu Waduk Melati terus dikerjakan. Akan tetapi, untuk pemasangan pompa yang dilakukan oleh PT Intiland masih dalam tahap perencanaan.

 

Dalam membangun pompa air di Waduk Melati dengan sistem pengelolaan yang berbasis one polder one management (Satu pompa satu manajemen). Sehingga pompa yang akan dibangun akan didirikan dalam satu manajemen perawatan. Karena itu, PT Intiland ingin menyatukan manajemen perawatan pompa di Waduk Melati dengan Kali Cideng. Waduk Melati tidak bisa berdiri sendiri, tetap tergantung pada Kali Cideng yang akan diperdalam minus 5,5 meter.

 

Wakil Presiden Direktur dan Chief Operating Officer Jakarta PT Intiland Tbk Suhendro Prabowo mengatakan pihaknya diminta Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk meningkatkan kapasitas Waduk Melati. Diharapkan pemasangan pompa air untuk peningkatan kapasitas Waduk Melati sebagai area tangkapan air dapat ditingkatkan. Sehingga dapat mengamankan kawasan Sudirman dan Thamrin dari banjir.

 

"Kami menyanggupi permintaan tersebut. Sekarang sedang masuk dalam tahap perencanaan," kata Suhendro saat dihubungi di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (20/7).

 

Tahap perencanaan adalah untuk mengetahui berapa pompa yang akan dipasang dan berapa biaya investasi yang harus dikeluarkan untuk membeli pompa air tersebut. Pasalnya, dalam pembangunan itu menggunakan program Coorporate Social Responsibilty (CSR).

 

"Ya sekarang kita lagi hitung-hitungan lah. Ini kan pakai program CSR (corporate social responsibility) kita. Jadi kita lagi rencanakan, mau ada berapa pompa, mau dipasang di mana saja dan berapa biayanya?" ujarnya.

 

Suhendro belum dapat memastikan kapan tahap perencanaan tersebut akan rampung. Namun, dia memastikan secepatnya Intiland akan menyelesaikan perencanaannya, sehingga dapat masuk dalam tahap pengerjaan pemasangan pompa air.

 

Menurutnya, awalnya, Intiland ingin memasang pompa air yang dapat mengantisipasi banjir hingga 50 tahun atau 100 tahun ke depan. Namun, karena biaya yang dikeluarkan cukup mahal, maka Intiland memutuskan akan memasang pompa air yang dapat mengantisipasi banjir selama 25 tahun ke depan.

"Ternyata pompa air yang mampu mengantisipasi banjir hingga 50 tahun atau 100 tahun biaya investasinya mahal. Makanya kami ambil yang 25 tahun saja," pungkasnya.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help