Kebocoran Pipa Gas PGN Tidak Buat Ledakan

Perusahaan Gas Negara sampai Jumat (18/7/2014), masih melakukan investigasi terkait kebakaran akibat kebocoran pipa gas PGN.

Kebocoran Pipa Gas PGN Tidak Buat Ledakan
TMC Polda Metro Jaya
Kobaran api menjulang tinggi saat pipa gas PGN di depan Gedung BEJ di Jalan Jend Sudirman, Jakarta Selatan, bocor, Rabu (16/7/2014) malam. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Perusahaan Gas Negara (PGN) sampai saat ini masih melakukan investigasi terkait kebakaran akibat kebocoran pipa gas PGN di dekat depan Mapolda Metro Jaya, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (16/7/2014). Pihak PGN meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menata kembali utilitas yang berada di bawah tanah Ibukota.

Hal ini dilakukan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi dikemudian hari. Pasalnya, dalam pembangunan moda transportasi massal berbasis rel, Mass Rapid Transit yang berada di bawah tanah sangatlah rawan.

"Perbaikan utilitas perlu dilakukan. Kita minta ada satu badan usaha milik daerah yang mengkordinir utilitas yang berada di bawah tanah. Jadi badang usaha itu membangun fasilitas bawah tanah sehingga pemilik infrastruktur seperti PGN, PLN, dan fiber optic bisa terakomodir. Nanti kita bayar sewa dan Pemprov DKI mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," kata Kepala Pusat Komunikasi PGN, Ridha Ababil saat dihubungi di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (18/7/2014).

Ridha menjelaskan pipa gas PGN yang berada di bawah tanah saat pembangunan MRT adalah dari jalur MH Thamrin sampai Pacific Place, Jalan Jendral Sudirman. Kedalaman penanaman pipa gas sudah standard yaitu 1 meter. Tak hanya itu, tekanan gas yang ada disana memiliki tekanan rendah hanya 1 sampai 2 bar.

"Nggak mungkin meledaklah, karena tekanan pipa gasnya rendah. Memang agak ngeri melihat api berkobar ketika malam hari. Tapi, tidak akan meledak," kata Ridha Ababil.

Kemudian, Ridha Ababil mengatakan, pipa gas yang ditanam adalah terbuat dari poli etiylen yang memiliki ketebalan antara 8 sampai 10 milimeter. Sehingga, cukup kuat dan tidak berbahaya. Kebocoran gas itu kebanyakan dikarenakan proyek pengeboran dan pemaculan yang tidak sesuai prosedur.

"Kalau pipa setebel ini pasti kuat karena berbeda dengan paralon. Kemarin permasalahannya adalah gorong-gorongnya tertutup. Jadi susah dalam memadamkan," kata Ridha Ababil.

Untuk kerugian dan penyebab kebocoran pipa gas itu sendiri, kata dia, pihaknya belum bisa menilainya. Saat ini sedang dilakukan investigasi dengan pihak kepolisian. Namun, dampaknya memang sangat besar yaitu 40 bangunan baik gedung perkantoran, mall dan perumahan yang menggunakan gas disepanjang MH Thamrin sampai Jalan Jendral Sudirman mati lampu.

"Memang kerugiannya belum dihitung karena masih dalam proses penyelidikan dengan pihak kepolisian juga," kata Ridha Ababil.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help